Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

 

29 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Wamenhan : TNl Utamakan Gunakan Produk Dalam Negeri Demi Pemulihan Ekonomi

Senin 14 Mar 2022 14:47 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Fuji Pratiwi

Wakil Menteri Pertahanan Letjen TNI Muhammad Herindra. Herindra menekankan kepada jajaran Kemhan dan TNI untuk mengoptimalkan penggunaan produk dalam negeri..

Wakil Menteri Pertahanan Letjen TNI Muhammad Herindra. Herindra menekankan kepada jajaran Kemhan dan TNI untuk mengoptimalkan penggunaan produk dalam negeri..

Foto: ANTARA/Galih Pradipta
Kemhan dan TNI dinilai harus jadi pelopor penggunaan produk dalam negeri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) M Herindra menekankan kepada jajaran Kemhan dan TNI untuk mengoptimalkan penggunaan produk dalam negeri. Hal ini guna mendukung pemerintah dalam upaya memulihkan perekonomian nasional. 

 

Pernyataan Herindra disampaikannya pada saat memimpin rapat optimalisasi produk dalam negeri sebagai bagian dari Gerakan Bangga Buatan Indonesia, Senin (14/3/2022) di Kemhan, Jakarta. Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat Eselon I Kemhan dan Mabes TNI, serta dan Mabes dari TNI AD, AL, dan AU antara lain, pejabat Inspektorat, Asisten Perencanaan, Asisten Logistik dan Pejabat Pengadaan.

Baca Juga

"Kita harus bangga dengan produk dalam negeri, sebagaimana selalu digaungkan oleh Presiden Joko Widodo. Kemhan dan TNI harus menggaungkan dan menjadi pelopor penggunaan produk dalam negeri," kata Herindra dalam siaran pers, Senin (14/3/2022). 

Herindra menjelaskan dalam upaya mendorong implementasi Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia ini, Kemhan telah melakukan identifikasi potensi belanja barang dan modal Kemhan TNI yang dapat dioptimalkan dari dalam negeri. Dalam pengadaan beberapa Alutsista canggih, Herindra mengakui Indonesia masih harus membeli dari luar negeri. Namun, apabila Alutsista tersebut sudah dapat dan mampu dibuat di dalam negeri, maka harus diadakan dari dalam negeri.

"Apa yang bisa dikerjakan dalam negeri harus dikerjakan di dalam negeri. Di sisi lain, untuk yang belum bisa dikerjakan di dalam negeri, Kemhan senantiasa berupaya untuk mendorong upaya kontribusi ke industri dalam negeri melalui optimalisasi offset dan transfer of technology," ujar Herindra. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile