Jumat 26 Sep 2014 07:09 WIB
Pilkada Lewat DPRD

Siapa 6 Kader Demokrat yang Jadi 'Pembangkang' di UU Pilkada?

Gede Pasek Suardika
Foto: Republika/Wihdan
Gede Pasek Suardika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fraksi Partai Demokrat melakukan walk out dalam sidang paripurna DPR saat membahas RUU Pilkada, Jumat (26/9) dini hari. Namun, tak semua anggota partai penguasa itu ikut keluar ruangan.

Ada enam kader yang justru bertahan di dalam ruangan. Malah, mereka konsisten untuk mempertahankan sikap mendukung pilkada dengan mekanisme pemilihan langsung. 

Meski pun akhirnya enam suara itu tidak banyak membantu untuk mengalahkan suara para pendukung pilkada lewat DPRD. 

Siapa saja enam kader yang menjadi 'pembangkang' itu? Mereka adalah Gede Pasek Suardika, Ignatius Mulyono, Hayono Isman, Eddy Sadeli, Hari Wicaksono, dan Lim Swi Kiang. 

Awalnya, Demokrat mencoba mengusulkan opsi ketiga dari dua pilihan yang sudah ada. Yaitu, mendukung pilkada langsung namun dengan usulan adanya 10 syarat tambahan.

Fraksi PDI Perjuangan menyatakan, sebagian besar dari 10 syarat itu sudah masuk dalam RUU yang ada. Namun, Demokrat menolak dan memaksa agar keseluruhan syarat itu masuk dalam undang-undang.

Sidang paripurna pun diwarnai aksi interupsi. Hingga akhirnya PDIP, PKB, dan Hanura menyatakan mendukung opsi yang digagas Demokrat.

Namun, opsi itu tidak mendapat dukungan pimpinan sidang, Priyo Budi Santoso. Priyo tetap menetapkan dua opsi untuk dibawa ke voting.

Melihat itu, Demokrat menjadi patah arang. Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu kemudian menyatakan memilih untuk menjadi penyeimbang dari dua opsi yang ada.

Keputusan lainnya, Demokrat menyatakan walk out dari pembahasan RUU Pilkada. Aksi ini yang kemudian membuat berkurangnya dukungan untuk pillkada langsung dan akhirnya sidang memutuskan pemilihan kepala daerah lewat DPRD. 

 

Ikuti informasi terkini seputar sepak bola klik di sini

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement