REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden RI ke-enam, Susilo Bambang Yudhoyono akan bertolak ke Seoul, Korea Selatan. Ia berangkat pada Jumat malam (14/11) dari Bandara Soekarno-Hatta. Di Korea Selatan, SBY akan menjabat sebagai Presiden Majelis Global Green Growth Institute (GGGI).
Mantan Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam dalam akun twitternya ikut mendampingi SBY bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta. Tak hanya Dipo, mantan Sekretaris Negara (Sesneg) Sudi Silalahi pun ikut mendampingi.
"Malam ini mengantar Chairman Global Green Growth Institute, SBY, untuk mulai memimpin GGGI di Seoul, Korsel. Selamat," katanya.
Ia pun menjelaskan SBY berbaur dengan masyarakat di Bandara. Ia mengatakan SBY tampak akrab dengan masyarakat yang ditemuinya. Bahkan, Dipo menjabarkan, SBY membawa tasnya sendiri dan sering menyapa.
"Tenteng tas sendiri, sambil senyum dan menyapa yang ingin memotretnya, SBY akrab berbaur dengan masyarakat," katanya.
Sebelumnya, pada 9 September lalu, Direktur Jenderal GGGI Yvo de Boer datang ke Indonesia untuk menyampaikan pencalonan tersebut kepada SBY di kantor presiden.
Di Amerika Serikat pada 23 September lalu, SBY pun menerima jabatan itu dan akan mulai bertugas pada November tahun ini.
GGGI adalah organisasi yang bertujuan meningkatkan semangat pertumbuhan hijau, sebuah paradigma yang ditandai oleh keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan, khususnya di negara-negara berkembang. GGGI bermarkas di Seoul, Korea Selatan.