Ahad 16 Nov 2014 02:25 WIB

Praktik “Selfie” Telah Ada Seratus Tahun Lalu, ini Buktinya

Rep: C78/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Foto Joseph Byron, dianggap sebagai salah satu praktik selfie pertama di dunia
Foto: huffingtonpost.com
Foto Joseph Byron, dianggap sebagai salah satu praktik selfie pertama di dunia

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Siapa menyangka, praktik “selfie” alias berfoto dengan tangan sendiri yang kerap dilakukan masyarakat masa kini sebetulnya telah dilakukan oleh orang di zaman dulu. Bahkan lebih dari sekitar seratus tahun silam.

Faktanya, hasil foto dengan metode fotografi yang dicerca di mana-mana itu pernah diambil pada 1839, dan diperkirakan menjadi salah satu praktik selfie pertama dalam sejarah selfie.  Berdasarkan berita yang ditampilkan The Huffington Post, ditampilkan sejumlah foto selfie yang didapatkan dari penggalian arsip masa lalu, yakni kumpulan foto Joseph Byron dan teman-temannya pada pergantian abad ke 20.

Tom, cicit dari Byron mengunggah foto-foto hitam putih tersebut dan menyebutnya sebagai foto selfie terbaik sepanjang masa. Tom memasukkan keterangan dalam foto tersebut berbunyi “Kakek buyut saya mulai melakukan hal ini sedini 1909,” tulisnya.

Menurut Gizmodo, Byron membantu ayahnya di studio selama remaja, kemudian, menjelang usia dewasa, ia melanjutkan pekerjaan sebagai asisten fotografer di London. Dia bekerja sebagai fotografer berita lepas. Dari sana, ia membangun karir di panggung fotografi.

Tampak dalam foto, Pada 1909 Byron dan teman-temannya mengambil foto dalam satu tembakan BFF klasik. Foto lainnya, Byron mengambil foto bagi dirinya sendiri kemungkinan untuk melihat kecocokan pakaian yang ia kenakan. Mungkin saja, kegiatan tersebut bukan selfie pertama, tapi menjadi “usie” pertama.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
۞ وَلَقَدْ اَخَذَ اللّٰهُ مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَۚ وَبَعَثْنَا مِنْهُمُ اثْنَيْ عَشَرَ نَقِيْبًاۗ وَقَالَ اللّٰهُ اِنِّيْ مَعَكُمْ ۗ لَىِٕنْ اَقَمْتُمُ الصَّلٰوةَ وَاٰتَيْتُمُ الزَّكٰوةَ وَاٰمَنْتُمْ بِرُسُلِيْ وَعَزَّرْتُمُوْهُمْ وَاَقْرَضْتُمُ اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا لَّاُكَفِّرَنَّ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَلَاُدْخِلَنَّكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۚ فَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذٰلِكَ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاۤءَ السَّبِيْلِ
Dan sungguh, Allah telah mengambil perjanjian dari Bani Israil dan Kami telah mengangkat dua belas orang pemimpin di antara mereka. Dan Allah berfirman, “Aku bersamamu.” Sungguh, jika kamu melaksanakan salat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, pasti akan Aku hapus kesalahan-kesalahanmu, dan pasti akan Aku masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Tetapi barangsiapa kafir di antaramu setelah itu, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus.”

(QS. Al-Ma'idah ayat 12)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement