REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Para pengguna kendaraan yang melintasi jalur utama pantura Indramayu, harus waspada dan hati-hati. Pasalnya, ratusan lubang tersebar di sejumlah titik jalan di jalur tersebut. Kondisi itupun menimbulkan kerawanan terjadinya kecelakaan, terutama saat hujan dan malam hari.
Berdasarkan pantauan, lubang-lubang pada permukaan jalan terutama tersebar di sejumlah titik di Kecamatan Losarang, Kandanghaur, dan Patrol. Tak hanya pada jalur dari arah Cirebon menuju Jakarta, namun kondisi itu juga terjadi pada jalur dari arah berlawanan.
Lubang-lubang yang menganga itu memiliki diameter sekitar 30 sampai 50 centimeter, serta kedalaman hingga 30 centimeter. Para pengguna kendaraan yang melintas, baik mobil maupun sepeda motor, tampak berusaha menghindari lubang-lubang tersebut. Mereka terkadang harus membanting setir secara tiba-tiba agar roda kendaraan tidak masuk ke dalam lubang yang bisa menyebabkan celaka maupun kerusakan pada ban, kaki-kaki serta as roda.
Lubang-lubang yang jaraknya saling berdekatan itu menyulitkan para pengguna kendaraan untuk menghindarinya.
Kondisi itu akan lebih berbahaya bila hujan deras turun yang membuat lubang-lubang menjadi tertutup genangan air. Yang tak kalah bahaya adalah saat malam hari karena ruas jalur pantura Indramayu sangat minim penerangan jalan umum (PJU). Akibatnya, lubang-lubang jalan menjadi tidak terlihat karena gelap.
Data dari satuan lalu lintas Polres Indramayu menyebutkan, ada sekitar 181 lubang menganga di jalur pantura, baik dari arah Jakarta menuju Cirebon maupun sebaliknya. Lubang-lubang itu siap menjebak para pengguna kendaraan jika tidak waspada dan hati-hati.
Menurut salah seorang warga di Kecamatan Kandanghaur, Saiful, kerusakan jalan itu kerap mengakibatkan kecelakaan, terutama para pengendara sepeda bermotor. Pasalnya, banyak pengguna kendaraan yang tidak menyadari keberadaan lubang-lubang tersebut.
‘’Kalau kecelakaan sudah tak terhitung, terutama sepeda motor,’’ tutur Saiful, akhir pekan kemarin.
Saiful mengakui, sudah ada upaya perbaikan jalan dari pihak terkait. Namun, sifatnya hanya sementara sehingga jalan cepat kembali mengalami kerusakan.
‘’Ada sih perbaikan, tapi sifatnya sementara. Paling bertahan beberapa hari, terus rusak lagi,’’ kata Saiful.
Terpisah, Kasat Lantas Polres Indramayu, AKP Andryanto, mengakui kondisi jalan yang berlubang-lubang di jalur pantura Indramayu. Pihaknya pun telah berupaya melakukan kordinasi untuk perbaikan dan pemasangan rambu-rambu waspada guna menekan kecelakaan.
‘’Untuk upaya perbaikan jalan, sifatnya penambalan,’’ terang Andryanto.