REPUBLIKA.CO.ID, KOREA — Korea Utara mendeportasi seorang pekerja kemanusiaan asal Amerika Sandra Suh. Dilansir kantor berita Korea Utara (KCNA), pekerja kemanusiaan itu di deportasi karena dianggap melawan Pemerintah Korea Utara (DPRK) dengan dalih memberikan bantuan kemanusiaan.
"Lembaga yang relevan memutuskan untuk mendeportasi dia, dengan penuh pertimbangan usia tua dan dengan menunjukkN kemurahan hati dari hukum yang ada di Korea Utara," yang tertulis dalam artikel tersebut seperti dikutip Telegraph, Rabu (8/4) waktu setempat.
Sebuah lembaga terpercaya di negara tersebut menginvestigasi keterlibatan Suh dalam melakukan pembibitan dan propaganda di Korea Utara selama 20 tahun lebih. Suh selama ini sering mengunjungi negara itu untuk propaganda dengan dalih memberi bantuan hibah selama kunjungan.
Dalam tulisan juga disebutkan bahwa Suh pun telah mengakui perbuatan tersebut dan telah meminta untuk diampuni. Namun, tidak dsebutkan secara jelas organisasi kemanusiaan apa yang berafiliasi dengan Suh.
"Ia terlibat dalam anti-DPRK dan propaganda luar negeri dengan foto dan video tentang DPRK dia produksi dan arahkan secara diam-diam," tulis KCNA.
Suh diketahui telah sering mengunjungi Korea Utara sejak tahun 1998 dan selama waktu itu bersama organisasi yang ditengarai berbasis di Los angeles itu telah memberi bantuan seperti obat-obatan, bantuan peralatan medis, makanan, dan membanggun beberapa sekolah.