REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Usaha jahit pakaian di bawah Jembatan Ampera Palembang, Sumatra Selatan, ternyata masih menjanjika.
"Sudah sejak belasan tahun lalu menekuni usaha menyediakan jasa menjahit pakaian di kawasan bawah jembatan Ampera, sampai sekarang masih menjanjikan keuntungan cukup lumayan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," kata Heriyadi, penyedia jasa menjahit pakaian di Palembang, Jumat (24/7).
Menurut dia, usaha penyedia jasa tersebut tidak perlu tempat yang bagus dan nyaman, terbukti di bawah jembatan Ampera kawasan Kelurahan 7 Ulu Palembang ini setiap hari menghasilkan pendapatan cukup lumayan. Dijelaskannya, hanya dengan bermodalkan mesin jahit dan benang sudah ditekuni sejak belasan tahun lalu, dapat menghidupi keluarga.
Para pelanggan walaupun tidak banyak, namun tiap hari sejumlah warga datang untuk menjahit, mengecilkan dan memperbaiki pakaian seperti baju dan sepan yang robek.
Sementara, tarif jasa menjahit pakaian tersebut bervariasi antara Rp5.000 hingga Rp25.000 tergantung tingkat kesulitan, termasuk menjahit tas yang robek. Menurut ayah tiga anak ini, dari hasil menyediakan jasa menjahit pakaian ini bisa mencapai Rp60.000 hingga Rp 80 ribu per hari.
"Bahkan menjelang lebaran tadi bisa mendapat penghasilan kisaran Rp120.000 per hari," katanya.
Menurut Ny Ida, pelanggan bahwa penyedia jasa menjahit pakaian ini cukup terjangkau, sehingga sudah menjadi langganan setiap ada baju atau sepan koyak di bawa ke sini, termasuk membeli sepan baru perlu dikecilkan.
Menurut Rustam, penjahit lainnya bahwa biasanya para penjahit tersebut setiap hari sejak pukul 08.00 Wib hingga pukul 16.30 Wib sudah mengkal di bawah jembatan Ampera menanti pelanggan. Sementara, pantauan di kawasan bawah jembatan Ampera Kelurahan 7 Ulu terdapat lima orang penyedia jasa jahit pakaian.
Para pelanggan sejak pagi terlihat silih berganti membutuhkan jasa menjahit pakaian baru maupun bekas yang sudah robek dan sekedar mengecilkan saja.