REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Perdana Menteri India Narendra Modi mengutuk pelaku ledakan bom Bangkok, Senin (17/8). Insiden tersebut terjadi di persimpangan Ratchaprasong, tak jauh dari sebuah kuil Hindu bernama Erawan.
"Saya sangat mengutuk ledakan di Bangkok. Saya turut berduka bagi para keluarga yang ditinggalkan. Saya mendoakan kesembuhan segera bagi mereka yang terluka," demikian bunyi tweet Modi beberapa jam lalu.
Pihak kepolisian menyampaikan, sebuah bom berkekuatan besar meledak sekitar pukul tujuh malam tak jauh dari Kuil Erawan di distrik Chidlom, pusat kota Bangkok.
Menurut informasi terbaru, setidaknya 15 orang tewas dalam ledakan itu. Media melaporkan kondisi kacau usai ledakan, dengan bagian-bagian tubuh yang tersebar di mana-mana.