Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

 

7 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Banyak WNI Disandera, Pemerintah Bentuk Pusat Krisis

Senin 25 Apr 2016 06:46 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Teguh Firmansyah

Menko Polhukam Luhut Pandjaitan memberikan keterangan pers di Kantor Menko Polhukam, Jakarta, Senin (25/4). (Republika/ Wihdan)

Menko Polhukam Luhut Pandjaitan memberikan keterangan pers di Kantor Menko Polhukam, Jakarta, Senin (25/4). (Republika/ Wihdan)

Foto: Republika/ Wihdan

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Indonesia akan membuat pusat krisis yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo untuk mengatasi situasi keamanan yang melibatkan WNI di luar negeri.

 

Hal ini diungkapkan Menkopolhukam Luhut Pandjaitan pada Senin (25/4) pascainsiden penculikan pelaut Indonesia di perairan Filipina.

Pusat krisis ini akan melibatkan sejumlah menteri, militer dan kepolisian. Tujuannya untuk merespon cepat dan tanggap terhadap situasi-situasi yang bisa berdampak strategis.

"Kami harap ini akan segera beroperasi secepatnya," kata dia. Sejak menjabat mulai tahun 2014, pemerintahan Jokowi menghadapai sejumlah masalah terkait keamanan maritim.

Terbaru, 18 warga negara Indonesia dan Malaysia diculik dalam tiga insiden terpisah di perairan Filipina. Pelaku penculikan adalah jaringan militan Abu Sayyaf. Kelompok ini meminta tebusan untuk pembebasan sandera dan pemerintah tidak mengabulkannya.

Baca juga,  Butuh Sedikitnya Tiga Bulan untuk Bebaskan Sandera WNI.

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile