REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kereta Rel Listrik (KRL) akhir-akhir sering mengalami anjlok, terutama di daerah Statsiun Manggarai. Anljoknya KRL tersebut berdampak pada penumpukan penumpang di beberapa stasiun Jabodetabek lainnya, sehingga hal ini menyebabkan kerugian terhadap penumpang.
Pengamat Transportasi Danang Parikesit mengatakan bahwa solusi untuk ke depannya jika KRL anjlok lagi atau disebabkan masalah teknis lainnya, sebaiknya Commuter line Jabodetabek (KCJ) bekerjasama dengan Organisasi Gabungan Angkutan Darat (Organda) dalam hal penyediaan bus pada saat operasi KA terganggu.
“Saya usulkan supaya KCJ kerjsama dengan Organda,” katanya saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (19/5).
Menurut dia, di luar negeri hal ini sudah biasa dilakukan dengan cara memberikan layanan bus antar stasiun. Jika terjadi anjlok, penumpang tidak perlu membayar lagi karena sudah membayar harga tiket KA sebelumnya. “Ini bentuk tanggung jawab pelayanan public,” ujarnya.
Danang mengatakan, KCJ memang sudah harus memperbaiki manajemen operasi sekaligus melakukan perbaikan sarana dan prasarana. Saat ini, kata dia, 60 train set dala, proses pengiriman dari Jepang.
“Sementara itu perbaikan infrastruktur harus dikebut karena beberapa komponen juga impor, termasuk wesel dan track-nya,” jelas dia.
Ia menambahkan, penyebab anjloknya KRL yang terjadi akhir-akhir ini adalah kombinasi dari SDM, iinfrastruktur, dan juga sarana, yang tergantung pada kasusnya.