Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

 

7 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Menpora Ingin Suporter Perusuh di Hukum

Senin 23 May 2016 12:48 WIB

Red: M Akbar

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi memberikan keterangan pers terkait pencabutan Surat Keputusan (SK) Pembekuan PSSI di Jakarta, Rabu (11/5). (Republika/Rakhmawaty La'lang)

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi memberikan keterangan pers terkait pencabutan Surat Keputusan (SK) Pembekuan PSSI di Jakarta, Rabu (11/5). (Republika/Rakhmawaty La'lang)

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menpora Imam Nahrawi mengingatkan operator liga Indoensia Soccer Championship (ISC) 2016, PT Gelora Trisula Semesta (GTS), dan klub untuk memperhatikan pembinaan suporter menyusul kerusuhan antarpendukung sepakbola di Gresik, Ahad (22/5).

 

"Kita akan lihat perkembangannya dalam beberapa bulan ke depan setelah itu kita akan evaluasi, kerusuhan antarsuporter tidak boleh terulang lagi dan ini adalah warning dari pemerintah kepada operator dan klub untuk membina sebaik-baiknya para suporter," kata Menpora di Jakarta, Senin (23/5).

Menpora mengaku kecewa dengan adanya kerusuhan suporter disela pertandingan antara Persegres melawan PS TNI di Stadion Petrokimia Gresik, Ahad (22/5). Apalagi, pihaknya sejak awal telah memperingatkan semua pihak mulai manajemen klub hingga operator liga untuk membina supoter dengan baik.

"Dalam konteks ini ternyata belum ada intervensi hukum yang memadai sehingga pelaku pelanggaran dan kerusuhan tidak mendapat penanganan yang serius," kata pria yang akrab dipanggil Cak Imam tersebut.

Dengan momen ini, kata dia, diharapkan aparat hukum menindak tegas kepada siapa saja pelaku kerusuhan di lapangan. Bahkan, pihaknya meminta kepada operator liga melibatkan aparat hukum dalam menindak pelaku kerusuhan disekitar lapangan supaya korban tidak terus bertambah.

"Yang paling penting adalah regulasi yang mengatur kompetisi harus tegas bilamana ada peristiwa yang merugikan kompetisi seperti keributan dan lainnya harus ada tindakan tegas seperti misalnya pengurangan poin, pengurangan anggaran hingga pengeluaran dari liga," kata Menpora menegaskan.

Setiap kerusuhan yang terjadi, kata dia, harus langsung dilaporkan dan ditindak hukum pidana dengan tegas tanpa menunggu laporan dari pantia penyelenggara (panpel), karena panpelnya sendiri takut adanya ancaman.

"Kejadian kerusuhan ini menjadi evaluasi kita semua, saya ingin korlap suporter harus kumpul bersama dan diskusi sudahilah pertentangan antar suporter ini karena sepakbola adalah alat pemersatu bangsa," kata politisi PKB ini.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile