Rabu 14 Mar 2018 03:48 WIB

'Deklarasi Prabowo Baiknya Sekaligus Umumkan Pendampingnya'

Prabowo harus mencari cawapres yang memiliki elektabilitas tinggi.

Rep: Farah Noersativa/ Red: Bilal Ramadhan
Prabowo Subianto
Foto: Screenshot dari video Prabowo Subianto yang beredar di media sos
Prabowo Subianto

REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik Universitas Paramadina Toto Sugiarto menyarankan deklarasi pencalonan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi presiden pada pilpres 2019 mendatang juga sekaligus mengumumkan calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampinginya. Sebab, saat ini, menurut dia, Partai Gerindra selain sedang melakukan kalkulasi politik juga sedang mencari pendamping untuk maju dalam pilpres nanti.

"Saya kira yang paling baik itu deklarasinya sekalian mengumumkan siapa cawapresnya. Sebab, menurut analisa saya, selain sedang berhitung terlebih dahulu juga, Prabowo juga sedang mencari, siapa cawapresnya yang bisa memperkuat Prabowo untuk melawan Jokowi," tutur Toto, Selasa (13/3).

Ia mengatakan, Prabowo saat ini sedang bermain cantik. Saat ini dia sedang mempertimbangkan pasangannya yang kemudian akan dideklarasikan bersama dengan deklarasi dirinya menjadi capres pada waktu yang tepat.

"Tidak masalah kapan dideklarasikan, yang jelas kan masih lama juga (pendaftaran capresnya). Yang jelas, publik dan siapa pun yang main poltik sudah yakin dari Partai Gerindra pasti akan mengusung Prabowo," katanya menjelaskan.

Toto menyebut, calon yang akan didaulat untuk mendampingi Prabowo adalah calon yang memiliki beberapa kriteria. Kriteria pertama adalah dia yang harus memiliki kekuatan politik untuk mengsung sebagai capres.

"Yang kedua, cawapres harus memiliki elektabilitas yang tinggi, selain popularitas yang tinggi. Sebab, di berbagai survei saat ini, elektabilitas Prabowo dinilai masih jauh dari Jokowi," tuturnya.

Toto mencontohkan figur yang tepat untuk disandingkan dengan Prabowo adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sebab, dia sudah memperlihatkan kemenangannya di DKI sehingga, menurut dia, tokoh semacam Anies mampu mendulang suara kepada Prabowo.

"Coba bayangkan Prabowo-Anies, itu bisa mengimbangi kekuatan Jokowi nanti. Dibanding misalnya Prabowo mencari tokoh lain yang belum beredar di bursa. Apalagi misalnya tokoh itu memiliki elektabilitas yang rendah, belum bisa menyumbang banyak untuk kemenanganan Prabowo," ungkapnya.

Kemungkinan lainnya, kata Toto, adalah tokoh dari partai yang bisa dipastikan telah mendukung Partai Gerindra, yakni PKS. Ia menyebut PKS merupakan partai yang solid.

"Sehingga, bila ada tokoh PKS maju mendampingi Prabowo, misalnya, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Presiden PKS Sohibul Iman, kader-kader PKS yang ada di bawah di seluruh Indonesia itu tentu bisa digerakkan kembali untuk memenangkan Prabowo," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement