Rabu 11 Apr 2018 13:21 WIB

Dompet Dhuafa Dirikan Pesantren Mualaf

Pesantren ini bertujuan memfasilitasi para mualaf agar mengenal Islam lebih dalam.

Red: Agus Yulianto
Pesantren mualaf (Ilustrasi)
Pesantren mualaf (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Memfasilitasi para mualaf tidaklah mudah. Masyarakat masih tabu mendengar mualaf. Tidak jarang diskriminasi terhadap mereka, mulai dari keluarga sendiri hingga saat mencari pengetahuan tentang Islam. Melihat kebutuhan tersebut, Dompet Dhuafa merangkul dan mendampingi para mualaf untuk lebih memahami keyakinan yang kini dijalaninya.

Direktur Dakwah dan Layanan Tanggap Darurat Dompet Dhuafa, Ahmad Shonhaji mengatakan, pihaknya meresmikan pesantren mualaf yang bertujuan memfasilitasi para mualaf agar lebih mengenal Islam lebih dalam, serta memahamkan kepada mereka bahwa Islam rahmatan lil-alamin.

"Wisma Mualaf, terletak di kawasan Bintaro. Pesantren mualaf merupakan upaya optimalisasi pemanfaatan dan pengelolaan aset wakaf yang diamanahkan wakif ke Dompet Dhuafa untuk pembinaan dan pengembangan mualaf," ujarnya saat acara peresmian di Jakarta, Rabu (11/4).

Menurutnya, program pesantren mualaf akan bersinergi pula dengan lembaga mitra pembina mualaf yang ada di beberapa wilayah di Indonesia. Dengan sinergi yang baik diharapkan pembinaan mualaf akan saling melengkapi.

"Program Pesantren Mualaf Dompet Dhuafa juga menjadi wadah dan sarana untuk menggali lebih jauh potensi-potensi yang dimiliki oleh para muallaf," ucapnya.

Dalam program ini, ada beberapa unit kerja yang berada di bawah naungan Yayasan Dompet Dhuafa yang direncanakan terintegritas untuk kebermanfaatan para mualaf. Program pembinaan mualaf yang dilakukan Dompet Dhuafa menjadi aktivitas paralel dilakukan bersama dengan tim Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa).

Wadah itu diharapkan menjadi tempat pembinaan untuk penguatan aqidah. Sekaligus pendalaman ilmu agama Islam, bimbingan membaca alquran dan juga ikhtiar kemandirian dengan pendidikan vokasional untuk membangun semangat kemandirian dan jiwa entrepreneurship bagi mualaf.

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

  • Sangat tertarik
  • Cukup tertarik
  • Kurang tertarik
  • Tidak tertarik
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
وَالْمُطَلَّقٰتُ يَتَرَبَّصْنَ بِاَنْفُسِهِنَّ ثَلٰثَةَ قُرُوْۤءٍۗ وَلَا يَحِلُّ لَهُنَّ اَنْ يَّكْتُمْنَ مَا خَلَقَ اللّٰهُ فِيْٓ اَرْحَامِهِنَّ اِنْ كُنَّ يُؤْمِنَّ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ وَبُعُوْلَتُهُنَّ اَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِيْ ذٰلِكَ اِنْ اَرَادُوْٓا اِصْلَاحًا ۗوَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِيْ عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوْفِۖ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ ۗ وَاللّٰهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ ࣖ
Dan para istri yang diceraikan (wajib) menahan diri mereka (menunggu) tiga kali quru'. Tidak boleh bagi mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahim mereka, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhir. Dan para suami mereka lebih berhak kembali kepada mereka dalam (masa) itu, jika mereka menghendaki perbaikan. Dan mereka (para perempuan) mempunyai hak seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang patut. Tetapi para suami mempunyai kelebihan di atas mereka. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.

(QS. Al-Baqarah ayat 228)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement