REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kepedulian Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) dalam bidang dakwah mendapat perhatian berbagai pihak, terutama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Hal ini dibuktikan dengan dukungan penuh yang diberikan Baznas dalam program Sekolah Dai yang diinisiasi Mitra Zakat Laznas BMH, Pos Dai.
"Alhamdulillah, pada hari ini, tepat satu tahun lamanya, siswa Sekolah Dai yang dibina oleh Pos Dai sebagai Mitra Zakat Laznas BMH berlangsung. Saat ini juga, sebanyak 23 dai muda siap dikirimkan untuk tugas dakwah ke pelosok negeri," terang Ketua Pos Dai Pusat, Ahmad Suhail di Ciomas, Bogor, Jawa Barat, Selasa (29/5).
Ahmad Suhail mengaku bahwa Sekolah Dai yang dikelolanya masih menyisakan banyak keterbatasan, seperti gedung yang belum representatif hingga tidak dapat menampung siswa Sekolah Dai dalam jumlah yang ideal.
"Kami ingin mulai tahun ini bisa menerima 50 calon dai yang siap ditugaskan ke berbagai daerah. Tetapi, kita sadar bahwa keterbatasan yang ada masih belum teratasi. Kebutuhan berupa gedung, asrama dan beragam fasilitas mendesak lainnya. Meski demikian, kita akan terus bekerja, bergerak, mendidik dan melahirkan kader dai," imbuhnya dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Rabu (30/5).
Acara tersebut digelar dengan sangat sederhana di area Sekolah Dai yang berada di Jalan Pasir Peundeuy, Kampung Cibinong RT 04 RW 01, Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Pada kesempatan tersebut, beberapa perwakilan pemerintahan, mulai dari kecamatan, desa, Danramil, dan Kapolsek turut hadir memberikan apresiasi.
Komandan Rayon Militer Ciomas, Mayor Inf Alamsyah memberikan kata sambutan pada wisuda Sekolah Dai angkatan ketiga yang digelar Laznas BMH di Ciomas, Bogor, Selasa (29/5).
Komandan Rayon Militer Ciomas, Mayor Inf Alamsyah SAg dalam sambutannya menuturkan bahwa dirinya sangat bangga dengan adanya Sekolah Dai.
"Saya sangat bangga ada Sekolah Dai seperti ini. Karena sosok dai adalah sosok yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas. Pesan saya, jadilah dai yang memiliki sifat seperti air di dalam bergaul. Bisa berbaur, cair dan komunikatif. Dalam artian, lebih suka mencari persamaan daripada mencari-cari perbedaan. Jadilah dai yang seperti itu, karena dai sangat dibutuhkan di negeri ini," ucap pria yang kini aktif sebagai mahasiswa doktoral di UIKA Bogor.
Ketua Umum Laznas BMH Marwan Mujahidin menjelaskan, Sekolah Dai adalah program yang berjalan secara berkesinambungan. "Program ini, insya Allah berjalan secara berkesinambungan,” ujarnya.
Ia mengemukakan, kali ini adalah angkatan ke-3 yang berhasil diluluskan oleh Pos Dai. “Segera tim akan menjaring siswa Sekolah Dai untuk angkatan berikutnya. Semoga ikhtiar kecil ini dapat terus istiqomah berjalan, sehingga dakwah di Tanah Air terus hidup dan menggerakkan. Kepada Baznas, kami sampaikan terima kasih. Dan, kepada Pos Dai, teruslah berkiprah melahirkan agen perubahan di masyarakat, yakni para dai," paparnya.
Ahmad Suhail memberikan pesan penting kepada para dai yang beberapa di antaranya ditugaskan ke Morowali Utara untuk membina suku pedalaman, Suku Wanna; kemudian di perbatasan, Sebatik, Kalimantan Utara; dan Timika Papua.
"Kalian mungkin belum seberapa ilmu yang diperoleh selama sekolah dan belajar di sini. Tetapi, jangan takut. Dari ilmu yang ada dan didapat selama membina diri di sini, jika itu diamalkan, maka kalian akan memberi arti bagi kehidupan masyarakat. Imam Syafi'i mengatakan bahwa yang disebut ilmu adalah yang diamalkan dan memberikan manfaat. Maka, jika telah bertugas, jangan diam, amalkan ilmunya, amalkan ilmunya, jadikan ilmu itu bermanfaat," tutupnya.