Selasa 12 Feb 2019 03:08 WIB

DPR Minta Polri Ikut Ungkap Dugaan Mutilasi WNI di Malaysia

Polisi meminta keluarga kedua korban untuk memberikan data DNA.

Rep: arif satrio nugroho/ Red: Dwi Murdaningsih
Pembunuhan (Ilustrasi)
Foto: pixabay
Pembunuhan (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta Polri untuk turut berkoordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) dalam mengungkap kasus dua warga negara Indonesia yang diduga menjadi korban di daerah Sungai Buloh, Selangor, Malaysia. Kepolisian juga meminta keluarga korban untuk membantu proses identifikasi.

"Kita juga mendorong Kepolisian Republik indonesia melalui interpol, untuk juga terjun mengungkap terjadinya kasus mutilasi warga negara kita di malaysia," kata Bamsoet di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (11/2).

Bansoet juga berkomunikasi dengan piminan Polri untuk meminta Polri segera mengirim tim. Polri diketahui mempunyai perwakilan di kedutaan Malaysia untuk mengukap motif sekaligus siapa yg dimutilasi. "Apakah itu warga negara kita yang sedang berkunjung wisata ke sana, ataukah dia pelajar atau mahasiswa atau dia bekerja disana," ujar Bamsoet.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menuturkan, Polri meminta keluarga kedua korban untuk memberikan data DNA guna mengonfirmasi tubuh korban.

Ia menambahkan, Meski PDRM berwenang penuh dalam pengungkapan kasus itu, lanjut Dedi, Polri akan berupaya membantu mengumpulkan identitas korban. Korban diduga bernama Nuryanto selaku pengusaha tekstil yang hendak berbisnis dengan relasinya di negeri Jiran dan rekannya, Ai Munawaroh. Jasad mereka ditemukan di dekat Sungai Baloh pada Januari 2019, dalam keadaan membusuk

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement