REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- CEO Air Asia Tony Fernandes menutup akun Facebook-nya. Penutupan akun Facebook miliknya ini dilakukan Fernandes pascainsiden serangan teroris di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru.
Fernandes menilai siaran langsung pelaku penembakan di dua masjid di Christchurch yang ditayangkan di Facebook telah memicu kebencian. "Jumlah pesan kebencian yang ada di media sosial kadang kala mengalahkan (pesan) kebaikan," kata Fernandes di laman Twitter-nya pada hari Ahad (17/3) seperti dilansir The Straits Times.
Fernandes berkata dia mungkin bakal menutup akun Twitternya juga. "Tetapi di Twitter, saya pikir perjuangan masih diteruskan."
Closed down my Facebook account with 670 k followers. Just thinking about Twitter now. Weather to close or carry on. The amount of hate that goes on in social media sometimes outweighs the good. But on Twitter I think the battle for me goes on.
— Tony Fernandes (@tonyfernandes) March 17, 2019
Akun Facebook Fernandes mempunyai 670 ribu pengikut. Sementara di Twitter, Fernandes mempunyai kira-kira 1,29 juta pengikut.
Fernandes telah men-tweet sebanyak 20.200 kali sejak ia bergabung pada tahun 2008. Dalam cuitannya, Fernandes sering mengulas mengenai prestasi Air Asia dan pegawainya.