REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota DPR RI asal Papua John Siffy Mirin membantah keterlibatan pihak asing dalam unjuk rasa yang terjadi di Papua selama beberapa pekan belakangan. Ia mengatakan, demo ini murni dilakukan rakyat Papua.
John mengatakan, meski demo atau unjuk rasa tak ditunggangi pihak asing, konflik yang terjadi di Papua sudah merupakan suatu isu internasional. "Tidak ada ditunggangi, tapi persoalan Papua ini bukan persoalan dalam negeri, ini sudah isu internasional," kata John di Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Selasa (3/9).
Di dalam negeri, konflik Papua seperti ditutup-tutupi. Namun, konflik di Papua sudah bukan rahasia bagi internasional.
"Analoginya begini, minta maaf kita ini menyimpan bangkai di kamar kita, tapi kita selalu semprot wangi-wangian agar tidak tercium orang lain, tapi, ini barang semua negara sudah tau, jadi mereka datang itu," ujar John.
John menambahkan, ia menyayangkan sikap pemerintah yang masih memblokir jaringan internet di Papua. Informasi yang tersampaikan menjadi bias dan tidak berimbang.
Menurut John, media nasional pun gagal memberikan informasi yang benar soal apa yang terjadi di Papua. "Ini berat sebelah, apa yang terjadi selama ini justru tidak dibuka.Terus terang saya ucapkan di seluruh Papua ada demo besar-besaran tapi tidak diketahui seluruh orang di Jakarta, ada apa dengan Papua," ujar John.
Maka itu, ia pun meminta pada pemerintah agar berlaku adil pada warga Papua. Ia meminta pemerintah menghentikan pemblokiran jaringan komunikasi, sehingga apa yang terjadi di Papua dapat dilihat dengan benar oleh warga Indonesia.