Kamis 03 Sep 2020 06:21 WIB

Daya Saing Ineos di TdF Sudah Melempem

Ineos keluar dari permainannya. Mereka tidak seperti di tahun-tahun sebelumnya

Red: Muhammad Akbar
 Peloton sedang dalam perjalanan selama tahap ke-4 dari edisi ke-107 balap sepeda Tour de France sepanjang 160,5 km dari Sisteron ke Orcieres-Merlette, Prancis, 01 September 2020.
Foto: EPA-EFE/CHRISTOPHE PETIT TESSON
Peloton sedang dalam perjalanan selama tahap ke-4 dari edisi ke-107 balap sepeda Tour de France sepanjang 160,5 km dari Sisteron ke Orcieres-Merlette, Prancis, 01 September 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS — Tim Ineos tahun ini dianggap tak sekuat biasanya dan akan kesulitan mengendalikan permainan di Tour de France, demikian bos tim EF Pro Cycling Jonathan Vaughters pada Rabu (2/9) waktu setempat.

Tim asal Inggris itu, dulu bernama tim Sky, telah mendominasi Tour de France dalam satu dekade terakhir, memenangi tujuh dari delapan edisi terakhir dengan Chris Froome merebut titel klasemen umum sebanyak empat kali.

Di saat Froome dan juara 2018 Geraint Thomas tak lagi dilibatkan oleh tim itu tahun ini, pebalap Kolombia Egan Bernal menjadi satu-satunya pemimpin di tim dan berusaha mempertahankan gelar yang ia raih tahun lalu.

Dari empat etape pembuka, tampak bahwa para rider tim Ineos sering berada di dalam peleton dan jarang memimpin di depan.

Sebaliknya, tim Jumbo-Visma, tim dari favorit juara Primoz Roglic, yang lebih pro-aktif.

"Ineos keluar dari permainannya. Mereka tidak seperti di tahun-tahun sebelumnya," kata Vaughters dalam interview dengan Eurosport dan GCN seperti dikutip Reuters.

"Akan menjadi balapan yang berat untuk mereka menangi. Jika Bernal menang, yang kemungkinan besar bisa ia lakukan karena saya kira dia akan sangat kuat di pekan ketiga balapan, maka itu akan lebih sebagai kemenangan individu ketimbang tim.

Di balik kemenangan tim Ineos atau dulu ketika bernama Sky ada bos mereka, Dave Brailsford dan Nicholas Portal, namun Portal yang merupakan sporting director meninggal dunia pada Maret lalu karena serangan jantung.

Brailsford mengatakan sebelum Tour jika Portal merupakan sosok yang tak tergantikan.

Sementara Jumbo-Visma tampil sebagai penantang utama, Vaughters mengatakan mereka bisa burn out jika tidak berhati hati.

"Jumbo-Visma terlihat tampil lebih baik dan menunjukkan kekuatan mereka lebih awal," kata Vaughters. "Resikonya mereka bisa membakar diri mereka sendiri dalam 10 hari pertama dan tidak memiliki apa-apa lagi."

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement