Selasa 13 Oct 2020 00:00 WIB

Polisi Tetapkan 10 Tersangka Perusak Kantor Kementerian ESDM

10 orang ini ditetapkan sebagai tersangka karena memiliki barang bukti hasil jarahan.

Red: Nidia Zuraya
Kementerian ESDM mengalami kerusakan berat imbas aksi penolakan UU Cipta kerja yang berujung ricuh, Kamis (8/10).
Foto: Republika/Intan Pratiwi
Kementerian ESDM mengalami kerusakan berat imbas aksi penolakan UU Cipta kerja yang berujung ricuh, Kamis (8/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polisi menetapkan 10 tersangka terkait aksi perusakan dan penjarahan lobi kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ricuh unjuk rasa tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja pada Kamis (8/10) lalu. 10 tersangka itu ditangkap pada Ahad (11/10) di wilayah Tangerang dan sekitarnya.

"Kita tampilkan dua, karena delapan lainnya anak di bawah umur. Jadi, tidak bisa kita tampilkan di siang hari ini," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono di Mako Polda Metro Jaya, Senin (12/10).

Baca Juga

Argo mengatakan ke-10 orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka karena kedapatan memiliki barang bukti hasil jarahan dari Kantor Kementerian ESDM. "Ada laptop diambil juga, jadi mereka juga melakukan penjarahan ya di sana," tambahnya.

Selain menjarah sejumlah barang dari kantor Kementerian ESDM para tersangka itu juga merusak sejumlah fasilitas seperti pagar, kaca, dan mobil yang terparkir di halaman gedung. Untuk tersangka anak, Argo menuturkan tetap menjalani proses hukum namun dengan proses yang berbeda.