Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022

Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022

27 Zulqaidah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Sri Mulyani: Ekonomi Membaik karena Ada Vaksinasi Covid-19

Selasa 13 Apr 2021 03:56 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya

Menteri Keuangan, Sri Mulyani

Menteri Keuangan, Sri Mulyani

Foto: BNPB Indonesia
Saat ini masih terdapat ketidakseimbangan pemulihan global.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah menyebut prospek pemulihan ekonomi semakin membaik seiring peluncuran vaksin dan dukungan kebijakan program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Hal ini mengingat pandemi Covid-19 telah memberikan tekanan yang tidak semestinya pada keuangan sektor publik. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan saat ini masih terdapat ketidakseimbangan pemulihan global sebab beberapa negara ekonomi diproyeksikan mengalami pertumbuhan positif, sedangkan negara yang terpukul lebih keras memiliki proyeksi pertumbuhan yang jauh lebih rendah.

Baca Juga

"Kami berharap Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional dapat meningkatkan upaya dalam mendukung negara-negara seluruh dunia, untuk secara efektif mengelola beban utang mereka, meningkatkan akses mereka ke vaksin dan menerapkan strategi pemulihan pertumbuhan mereka," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (13/4).

Menurutnya G20, Bank Dunia, Dana Moneter Internasional (IMF) dan kreditor swasta harus bekerja sama untuk memastikan skema pembagian beban yang adil untuk membantu negara-negara berpenghasilan rendah.

"Kami membutuhkan pengawasan dan bimbingan yang lebih besar dari Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional untuk mengatasi masalah utang yang terus meningkat dan mengurangi tekanan yang meningkat," ucapnya.

Mengenai pemulihan perekonomian, Sri Mulyani menyambut baik usulan pembangunan yang tangguh dan inklusif sebagai kerangka komprehensif untuk mengintegrasikan pertimbangan pembangunan dan penanggulangan perubahan iklim.

“Saya ingin menggarisbawahi harapan saya agar Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional dapat melanjutkan dan memperkuat peran pentingnya sebagai mitra yang dapat diandalkan dan mitra pembangunan yang efektif bagi negara-negara anggotanya di saat dibutuhkan," ucapnya.

Komite Pembangunan/Development Committee (DC) adalah forum tingkat Menteri dari Kelompok Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional untuk pembangunan konsensus antar pemerintah tentang isu-isu pembangunan. Komite ini didirikan pada 1974 dan memiliki 25 anggota, biasanya Menteri Keuangan atau Pembangunan, dan yang mewakili keanggotaan penuh Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile