Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

8 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Wamen LHK: Indonesia Dorong Kolaborasi Internasional

Senin 19 Apr 2021 16:05 WIB

Red: Gita Amanda

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong mengatakan Indonesia sudah menjalankan berbagai langkah sebagai bentuk mitigasi perubahan iklim dan mendorong kolaborasi internasional demi mencapai target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK).

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong mengatakan Indonesia sudah menjalankan berbagai langkah sebagai bentuk mitigasi perubahan iklim dan mendorong kolaborasi internasional demi mencapai target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK).

Foto: istimewa
Kolaborasi internasional demi mencapai target penurunan emisi gas rumah kaca

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong mengatakan Indonesia sudah menjalankan berbagai langkah sebagai bentuk mitigasi perubahan iklim dan mendorong kolaborasi internasional demi mencapai target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK). Ketika ditemui usai menutup acara Peningkatan Kapasitas Negosiator Perubahan Iklim di Jakarta pada Senin (19/4), Wamen LHK Alue mengatakan langkah-langkah mitigasi Indonesia telah dipaparkan secara jelas dalam dokumen Nationally Determined Contribution (NDC) untuk menurunkan emisi GRK.

"Kita tetap berupaya mencegah deforestasi dan degradasi hutan, bagaimana memulihkan gambut dan mangrove termasuk implementasi low impact logging," kata Alue.

Dalam sektor energi, pengalihan dari energi konvensional ke energi terbarukan juga terus dilakukan seperti salah satunya menggunakan sampah sebagai sumber energi listrik baru. Terkait NDC Indonesia untuk menurunkan GRK, sebesar 29 persen dengan usaha sendiri dan 41 persen dengan bantuan internasional pada 2030, Alue menegaskan Indonesia sudah menjalankan berbagai langkah mencapainya sejak meratifikasi Perjanjian Paris pada 2016.

"Sudah kita jalankan sebetulnya sampai 2030 nanti kita jalankan komitmen yang 29 persen itu. Yang kita dorong itu bagaimana kolaborasi internasional," kata Alue.

Jelang Konferensi Perubahan Iklim PBB (UN Climate Change Conference of the Parties/COP) ke-26 di Glasgow, Inggris pada akhir 2021, Indonesia tidak memperbarui target NDC tapi meningkatkan langkah dari sisi adaptasi. Dalam dokumen NDC terbaru Indonesia, terdapat penjelasan yang lebih terperinci pada elemen adaptasi dan implementasi serta komitmen baru dalam pengelolaan laut, lahan basah dan program adaptasi lain terhadap perubahan iklim.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile