Ahad 15 Aug 2021 14:36 WIB

Bupati Gaungkan Semangat 'Berani' pada HUT Ke-71 Bekasi

Pemkab Bekasi menargetkan 80 persen warga divaksinasi hingga akhir tahun 2021.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan.
Foto: Dok Pemkab Bekasi
Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Penjabat (Pj) Bupati Bekasi Dani Ramdan  menggaungkan kembali semangat Bekasi Berantas Pandemi atau 'Berani' menyambut hari jadi ke-71 Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, alam sebuah upacara peringatan secara sederhana yang dihadiri peserta dengan jumlah terbatas.

"Ini menjadi gerakan yang harus terus digaungkan, makanya di hari jadi ke-71 ini, 'Berani' akan terus jadi fokus ke depan dalam penanggulangan bencana Covid-19," kata Dani di Lapangan Plaza Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi di Cikarang, Ahad (15/8).

Dani mengatakan, program Berani awalnya merupakan masukan Forkopimda Kabupaten Bekasi. Setelah dirumuskan, sambung dia, program tersebut dimulai dengan komunikasi dan edukasi yang digaungkan melalui ajakan, imbauan, serta edukasi kepada masyarakat agar patuh protokol kesehatan dan ikut vaksinasi.

"Termasuk dalam peringatan HUT ke-71 Kabupaten Bekasi hari ini dengan tema 'Dengan Semangat Berani (Kabupaten Bekasi Berantas Pandemi) Kita Pulihkan Kesehatan dan Bangkitkan Ekonomi," kata Dani.

Program Berani berikutnya, kata dia, yakni Tracing Berani, Isoman Berani, Isoter Berani, Vaksinasi Berani, serta Jaring Pengamanan Sosial Berani. Menurut Dani, semua upaya yang dilakukan itu diharapkan mampu mengendalikan Covid-19 di Kabupaten Bekasi.

"Termasuk target 80 persen warga divaksinasi hingga akhir tahun 2021. Saat ini warga yang divaksin mencapai 30 persen lebih," kata Dani.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement