Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

 

20 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Korban Perundungan Penuhi Panggilan Tim Investigasi KPI

Selasa 07 Sep 2021 12:30 WIB

Red: Agus raharjo

Ilustrasi perundungan

Ilustrasi perundungan

Foto: pixabay
Terlapor saat ini sudah dinonaktifkan sementara dari KPI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat yang juga korban dan pelapor kasus perundungan berinisial MS memenuhi panggilan Tim Investigasi KPI, di Jakarta, Selasa (7/9). Komisioner KPI, Nuning Rodiyah, mengatakan, MS hadir didampingi ibunya. Kedatangannya untuk memberikan keterangan pada Tim Investigasi Internal KPI mengenai kejadian yang dialaminya selama bekerja di lembaga negara tersebut.

 

Nuning Rodiyah menjelaskan, MS hadir ke kantor KPI didampingi ibunya bertemu dengan dengan Tim Investigasi Internal. Tapi Nuning tidak menjelaskan, keterangan apa yang diberikan MS, karena Tim Investigasi Internal KPI masih mengumpulkan data dan fakta mengenai kasus perundungan tersebut.

Sebelum meminta keterangan kepada MS, Tim Investigasi Internal KPI telah memeriksa delapan terduga pelaku perundungan yang disebutkan dalam surat terbuka. Kedelapan terduga pelaku tersebut juga merupakan pegawai KPI atau rekan kerja MS, yang kini telah dinonaktifkan sementara untuk mempermudah jalannya penyelidikan.

Pada kesempatan berbeda, salah satu kuasa hukum MS, Rony E Hutahaean, menyebut, pihak KPI keberatan jika kliennya mendatangi pemeriksaan internal bersama kuasa hukumnya. "KPI sendiri tidak bersedia jika didampingi oleh penasihat hukum. Kami menayangkan dan kecewa," kata Rony. Padahal, kata dia, kasus yang dialami MS sudah masuk ke ranah hukum sehingga tetap perlu pendampingan kuasa hukum.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile