Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

11 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Orang yang Alami Covid-19 Parah Tampak Kekurangan Vitamin yang Satu Ini

Kamis 10 Feb 2022 09:00 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda

Suplemen vitamin D (ilustrasi). Orang yang kekurangan vitamin D punya risiko yang lebih tinggi untuk mengalami gejala parah Covid-19.

Suplemen vitamin D (ilustrasi). Orang yang kekurangan vitamin D punya risiko yang lebih tinggi untuk mengalami gejala parah Covid-19.

Foto: Flickr
Studi mengungkap kekurangan vitamin tertentu berkaitan dengan keparahan Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Vitamin D telah diyakini secara luas bisa membantu menjaga imunitas tubuh. Kini, studi terbaru dari Israel mengungkap bahwa seseorang dengan kadar vitamin D rendah lebih mungkin memiliki gejala Covid-19 yang parah bahkan kritis.

Studi yang diterbitkan di jurnal PLOS ONE ini didasarkan pada data dari dua gelombang pertama Covid-19 di Israel sebelum vaksin tersedia secara luas. Para peneliti juga mengingatkan bahwa suplemen vitamin D bukanlah pengganti vaksin, tetapi dapat membantu tingkat kekebalan.

Baca Juga

"Kami melihat perbedaan antara pasien Covid-19 dengan gejala parah yang kekurangan vitamin D dibandingkan dengan yang tidak kekurangan vitamin D," kata penulis utama sekaligus dokter di Galilee Medical Centre, Amiel Dror, seperti dilansir WebMD pada Kamis (10/2/2022).

Meski penelitian dilakukan sebelum kemunculan varian omicron, namun itu sama sekali tidak memengaruhi efektivitas vitamin D. Pada intinya, vitamin D berperan penting dalam membantu memperkuat sistem kekebalan dalam menghadapi patogen virus yang menyerang sistem pernapasan.

Untuk sampai pada kesimpulan ini, tim peneliti mengamati kadar vitamin D dari 250 pasien positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit Galilee Medical Centre antara April 2020 hingga Februari 2021. Kadar vitamin D didasarkan pada skrining yang dilakukan sebelum rawat inap sebagai bagian dari pemeriksaan darah rutin atau untuk defisiensi vitamin D, berkisar antara 14 hingga 730 hari sebelum tes PCR positif.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile