Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

 

21 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Film-Film Olahraga yang Dianggap Terburuk Sepanjang Masa

Selasa 29 Mar 2022 11:32 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Qommarria Rostanti

Film-film olahraga yang dianggap terburuk. (ilustrasi)

Film-film olahraga yang dianggap terburuk. (ilustrasi)

Foto: Keystone Family Pictures
Film olahraga buruk bisa karena plot gagal hingga sekuel yang tak perlu.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Beberapa film olahraga sangat bagus. Ada cerita klasik yang bertahan sepanjang masa dan tidak membosankan disimak ulang. Namun, ada juga film yang sangat buruk sehingga tak direkomendasikan.

 

Film olahraga yang buruk bisa karena plot yang gagal, sekuel yang tidak perlu, hingga komedi yang tidak lucu. Berikut sejumlah judulnya, seperti dikutip dari laman Looper, Selasa (29/3/2022):

Baca Juga

1. Radio

photo
Film Radio. - ( Sony Pictures Releasing)
 

Sinema rilisan 2003 ini terinspirasi kisah nyata. Film menceritakan sosok James Robert Kennedy yang biasa dipanggil Radio (Cuba Gooding Jr), pemuda berkebutuhan khusus yang tertarik dengan American football.

Antusiasme Radio membuat Jones (Ed Harris) tergerak untuk melatihnya. Secara premis, bisa saja Radio dianggap film yang bagus, tetapi sayangnya pada beberapa bagian film yang dinilai sangat berlebihan.

Sejumlah adegan di mana Gooding Jr berakting sebagai penyandang cacat membuat penonton tidak nyaman. Aksinya itu membuat dia dinobatkan sebagai aktor terburuk di ajang Golden Raspberry Awards.

2. Rocky V

photo
Film Rocky V. - (MGM/UA Communications Company)
 

Film Rocky tentang petinju Rocky Balboa (Sylvester Stallone) dengan segera menjadi favorit penggemar karena ceritanya yang menarik. Akan tetapi, tidak semua sekuelnya sesukses sinema pertama.

Serangkaian sekuel lama-kelamaan kian tidak relevan, seperti Rocky V yang tayang pada 1990. Tidak seperti pendahulunya yang sederhana dan menginspirasi, plot cerita Rocky V dituding berlarut-larut.

3. MVP: Most Valuable Primate

photo
Film MVP: Most Valuable Primate. - (Keystone Family Pictures)
 

Para sineas mungkin mengira konsep hewan lucu yang unggul di bidang olahraga akan menarik penggemar. Ada contoh seperti Air Bud dengan total lima film tentang anjing golden retriever.

Dengan konsep serupa, ada MVP: Most Valuable Primate tentang Jack, simpanse yang pandai bermain hoki es. Sinema berkembang menjadi trilogi, namun sayangnya film dianggap kurang memuaskan.

Film pertamanya hanya mendapat rating 20 persen di laman ulasan Rotten Tomatoes. Sinema yang dikembangkan jadi sekuel MVP 2: Most Vertical Primate dan MXP: Most Xtreme Primate ini dianggap bisa dioptimalkan lagi dalam produksinya.

4. Major League II

photo
Film Major League. - (Paramount Pictures)
 

Sinema bergenre komedi olahraga rilisan 1994 ini merupakan sekuel Major League (1989). Berbanding terbalik dengan Major League yang dianggap film bisbol terbaik yang pernah dibuat, tidak demikian dengan sekuelnya.

Sekuel kembali dibintangi oleh Charlie Sheen, Tom Berenger, dan Corbin Bernsen. Mereka kembali tergabung dalam tim bisbol profesional e Cleveland Indians guna mengumpulkan lagi energi setelah menghabiskannya untuk kepentingan pribadi.

Sayangnya, baik plot cerita maupun karakterisasi tidak cukup memukau penonton dan penggemar. Menurut kritikus, Major League II adalah sekuel "malas" yang seharusnya diposisikan di bangku cadangan.

5. The Next Karate Kid

photo
Film The Next Karakte Kid. - (Columbia Pictures)
 

Film pertama Karate Kid pada 1984 sukses besar, dan hingga kini waralaba seni bela diri itu berlanjut dengan sejumlah penggarapan ulang. Akan tetapi, ada sekuel yang tidak mendapat penerimaan positif dari penonton.

Film keempat dalam waralaba, The Next Karate Kid, dianggap sebagai salah satu sinema olahraga terburuk. Sinema rilisan 1994 itu menampilkan aktris Hilary Swank yang berperan sebagai tokoh utama Julie Pierce.

Meski akting Swank dipuji dalam film, tidak demikian untuk The Next Karate Kid secara keseluruhan. Rating film di Rotten Tomatoes hanya tujuh persen karena dianggap sebagai sekuel yang tidak perlu dibuat.

 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile