Sunday, 9 Muharram 1444 / 07 August 2022

Sunday, 9 Muharram 1444 / 07 August 2022

9 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

WHO Tambahkan Dua 'Saudara' Varian Asli Omicron BA.1

Senin 11 Apr 2022 15:35 WIB

Red: Nora Azizah

WHO tambahkan BA.4 dan BA.5 dalam pemantauan.

WHO tambahkan BA.4 dan BA.5 dalam pemantauan.

Foto: www.pixabay.com
WHO tambahkan BA.4 dan BA.5 dalam pemantauan.

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin (11/4/2022) mengatakan, sedang melacak belasan kasus dari dua subvarian baru Omicron COVID-19 untuk menilai apakah mereka lebih menular atau berbahaya. WHO telah menambahkan BA.4 dan BA.5, saudara varian dari Omicron asli BA.1, ke daftar pemantauan mereka. 

Dilansir dari reuters, badan PBB itu juga telah melacak BA.1 dan BA.2, yang kini mendominasikasus secara global, serta BA.1.1 dan BA.3. WHO mengatakan, mulai melacak mereka karena mutasi tambahan mereka yang perlu diteliti lebih lanjut untuk memahami dampaknya terhadap potensi penurunan imun.

Baca Juga

Virus bermutasi sepanjang waktu, namun hanya beberapa mutasi yang memengaruhi kemampuan mereka untuk menyebar atau mengurangi kekebalan sebelumnya dari vaksin atau infeksi, atau tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkan. Misalnya, BA.2 kini menyumbang hampir 94 persen dari semua kasus yang diurutkan dan lebih menular ketimbang saudaranya.

Namun, sejauh ini bukti menunjukkan bahwa varian itu kemungkinan lebih kecil menyebabkan penyakit parah. Hanya belasan kasus BA.4 dan BA.5 yang telah dilaporkan ke basis data GISAID global, menurut WHO. 

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) pekan lalu mengatakan BA.4 telah ditemukan di Afrika Selatan, Denmark, Botswana, Skotlandia dan Inggris dari 10 Januari hingga 30 Maret. Semua kasus BA.5 terdeteksi di Afrika Selatan pada Minggu lalu.

Akan tetapi, Kementerian Kesehatan Botswana pada Senin mengatakan telah mengidentifikasi empat kasus BA.4 dan BA.5 di kelompok usia 30-50 tahun yang menerima vaksin COVID-19 lengkap. Mereka diketahui mengalami gejala ringan.

sumber : Antara
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile