Ahad 22 Aug 2010 21:45 WIB

Arti Ramadhan bagi Mike Rini

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Ramadhan selalu penuh arti bagi perencana Keuangan Mike Rini. "Tahun ini Insya Allah adalah Ramadhan ke empat setelah saya mengenakan jilbab, dan Ramadhan ke tujuh setelah saya memutuskan berhenti kerja dan merintis bisnis sendiri," ujarnya.

Ia menyebut kedua momen itu sebagai hijrah perjalanan spiritual. "Hidup saya setelahnya tidak pernah sama lagi setelah saya menjawab inner call dan mematuhi inner guide. Sebagai muslimah saya membahasakannya sebagai keyakinan terhadap apa yang Allah SWT dan Rasullullah SAW perintahkan kepada saya untuk dilakukan. Saya dengarkan dan saya patuhi," ujar penulis sedikitnya lima buku tentang perencanaan keuangan ini.

Setiap Ramadhan, ia mengaku keyakinannya bertambah bahwa dia lahir ke dunia untuk melaksanakan suatu tugas dari Allah SWT. "Bidang pekerjaan yang saya pilih ( financial planning) adalah salah satu inner call itu dalam menyampaikan pengelolaan keuangan yang beradab sesuai dengan tuntunan syariah," tambahnya.

Ia bertekad untuk membewa pengelolaan keuangan secara syariah ini menjadi semangat nasional bahkan ke tingkat dunia, sebagaimana dicontohkan oleh semangat dakwah Rasulluah untuk mensyiarkan Islam ke penjuru dunia.

Biasanya, perasaan Mike mulai "teraduk-aduk" sebulan menjelang Ramadhan. "Setiap bertemu Ramadhan, saya selalu kehabisan kata-kata dengan Kasih Sayang dan Kemurah Hatian Allah, bahwa Yang maha Kuasa masih mengizinkan saya berpuasa. Setelah jutaan kesalahan dan dosa yang saya perbuat," ujarnya. "Ramadhan bagi saya adalah momentum bagi seorang hamba melepaskan segala atribut duniawinya dan menjadi miskin papa dan hina di hadapan Yang Maha Tinggi."

Harapannya hanya satu, Allah menerima pengabdian terbaiknya dan spirit Ramadhan selalu menyertai langkahnya pada 11 bulan ke depan.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا رُسُلًا مِّنْ قَبْلِكَ مِنْهُمْ مَّنْ قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُمْ مَّنْ لَّمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ ۗوَمَا كَانَ لِرَسُوْلٍ اَنْ يَّأْتِيَ بِاٰيَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۚفَاِذَا جَاۤءَ اَمْرُ اللّٰهِ قُضِيَ بِالْحَقِّ وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْمُبْطِلُوْنَ ࣖ
Dan sungguh, Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad), di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antaranya ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak ada seorang rasul membawa suatu mukjizat, kecuali seizin Allah. Maka apabila telah datang perintah Allah, (untuk semua perkara) diputuskan dengan adil. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil.

(QS. Gafir ayat 78)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement