Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

 

21 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Syarat-Syarat Sholat Jamak Taqdim Menurut Imam Syafii

Selasa 03 May 2022 20:48 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Agung Sasongko

Ilustrasi Sholat. (Republika/ Prayogi )

Ilustrasi Sholat. (Republika/ Prayogi )

Foto: Republika/Prayogi
Sholat jamak terbagi menjadi dua, yakni jamak taqdim dengan jamak takhir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Meringkas dua waktu sholat dalam satu waktu (sholat jamak) diperbolehkan bagi orang-orang yang berada dalam perjalanan. Sholat jamak terbagi menjadi dua, yakni jamak taqdim dengan jamak takhir.

 

Adapun sholat yang dapat dijamak adalah sholat dzuhur dapat dijamak dengan ashar, dan sholat maghrib dengan sholat Isya. Sementara itu sholat subuh tidak dapat dijamak, baik dengan sholat sebelumnya maupun dengan sholat sesudahnya.

Baca Juga

Imam Syafii dalam Fikih Manhaji menyebutkan mengenai syarat-syarat jamak taqdim, berikut penjabarannya:

Pertama, berurutan. Caranya dengan mendahulukan sholat yang ada pada waktu itu, diikuti dengan sholat berikutnya.

Kedua, niat menjamak sholat yang kedua dengan pertama dilakukan sebelum sholat yang pertama selesai. Namun, disunahkan agar niat itu dilakukan saat melakukan takbiratul ihram.

Ketiga, beriringan. Caranya dengan langsung melakukan sholat yang kedua setelah sholat yang pertama selesai. Tidak ada satu pun kegiatan antara sholat yang dijamak, apakah itu dzikir, sholat sunnah, dan lainnya.

Jika ada rentang waktu yang secara normal dianggap lama atau menangguhkan yang kedua tanpa melakukan apapun, jamah sholat menjadi batal dan sholat yang kedua wajib dilaksanakan sesuai waktunya.

Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Ibnu Umar mengungkapkan, “Aku melihat Nabi SAW ingin cepat-cepat berangkat, beliau menangguhkan sholat maghrib. Beliau mengerjakan sholat tiga rakaat, mengucapkan salam. Tidak lama kemudian beliau pun langsung mendirikan sholat Isya. Beliau hanya sholat dua rakaat lalu mengucapkan salam,”.

Keempat, masih dalam perjalanan waktu sholat yang kedua masuk. Maksudnya, tidak masalah jika ketika sampai waktu sholat yang kedua masih ada.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile