Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

15 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Psikolog Sebut Amber Heard Idap Histrionic Personality Disorder, Apa Itu?

Selasa 10 May 2022 21:30 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

 Aktris Amber Heard menghadiri persidangan pencemaran nama baik yang diajukan mantan suaminya, Johnny Depp di Fairfax County Circuit Courthouse di Fairfax, Virginia, AS, 27 April 2022. Psikolog yang menjadi saksi untuk Depp menyebut Heard mengalami gangguan kepribadian histrionik.

Aktris Amber Heard menghadiri persidangan pencemaran nama baik yang diajukan mantan suaminya, Johnny Depp di Fairfax County Circuit Courthouse di Fairfax, Virginia, AS, 27 April 2022. Psikolog yang menjadi saksi untuk Depp menyebut Heard mengalami gangguan kepribadian histrionik.

Foto: EPA-EFE/JONATHAN ERNST/POOL
Orang akan didiagnosis histrionic personality disorder jika memenuhi kriteria khusus.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sidang pencemaran nama baik yang dilayangkan Johnny Depp terhadap mantan istrinya, Amber Heard, sempat kembali menjadi perbincangan hangat setelah psikolog forensik dr Shannon Curry memberikan keterangannya. Dalam persidangan, dr Curry menyebutkan bahwa Heard mengidap dua gangguan kepribadian, yakni borderline personality disorder dan histrionic personality disorder.

Dr Curry merupakan psikolog yang menjadi saksi yang diajukan Depp. Psikolog yang merupakan pakar dalam bidang kekerasan oleh pasangan intim itu mengatakan bahwa diagnosis tersebut berasal dari pemeriksaan penilaian psikologis Heard sebelumnya plus pemeriksaan langsung pada dua kesempatan, dan partisipasi dalam tes Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI), serta pengadilan di Alexandria, Virginia.

Baca Juga

Gangguan kepribadian histrionik merupakan "saudara" dari gangguan kepribadian narsistik dan antisosial. Gangguan kepribadian histrionik kerap ditandai dengan perilaku yang dramatis, mudah tergugah, tidak menentu, atau mudah berubah.

Secara spesifik, gangguan kepribadian histrionik digambarkan sebagai perilaku pencari perhatian dan emosi berlebihan. Seorang pasien baru bisa terdiagnosis dengan gangguan kepribadian histrionik bila memenuhi setidaknya lima dari delapan kriteria berikut ini:

1. Merasa tidak nyaman bila tidak jadi pusat perhatian.

2. Memiliki perilaku seduktif atau provokatif.

3. Emosi yang dangkal dan mudah berubah.

4. Memanfaatkan penampilan untuk mendapatkan perhatian.

5. Cara bicara yang impresionis dan bermakna samar.

6. Emosi berlebihan atau dramatis.

7. Mudah dipengaruhi.

8. Menganggap sebuah hubungan lebih intim dibandingkan kenyataan.

Orang dengan gangguan kepribadian histrionik biasanya menunjukkan karakteristik ini secara pervasif. Selain itu, karakteristik-karakteristik ini juga sampai memengaruhi fungsi keseharian penderitanya.

"Pasien umumnya berpakaian flamboyan, sangat terlibat, dan kadang menghibur. Kisah mereka biasanya sangat menarik dan disampaikan dengan nada yang sangat emosional," jelas Kepala Departemen Psikiatri dan Perilaku Neurosains dari Saint Louis University School of Medicine Dr Erick Messias, seperti dilansir Insider, Selasa (10/5/2022).

Orang yang mengalami gangguan kepribadian histrionik biasanya memilih pekerjaan yang memungkinkan mereka untuk menjadi pusat perhatian. Sebagian dari pekerjaan tersebut adalah berakting dan mengajar.

Selain itu, pengidap gangguan kepribadian histrionik sangat rentan dimanipulasi. Berbeda dengan orang yang mengalami gangguan kepribadian narsistik, orang dengan gangguan kepribadian histrionik masih memiliki empati terhadap orang lain.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile