Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

 

3 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Dokumentasi Kearifan Lokal Penanggulangan Bencana Penting, Ini Alasannya

Jumat 13 May 2022 17:49 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Karyawan berlindung di bawah kursi besi dalam simulasi kesiapsiagaan bencana gempa bumi di Gedung Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta, Jakarta, Selasa (26/4/2022). Indonesia memiliki banyak kearifan lokal terkait penanganan bencana. Ilustrasi.

Karyawan berlindung di bawah kursi besi dalam simulasi kesiapsiagaan bencana gempa bumi di Gedung Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta, Jakarta, Selasa (26/4/2022). Indonesia memiliki banyak kearifan lokal terkait penanganan bencana. Ilustrasi.

Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra
Indonesia memiliki banyak kearifan lokal terkait penanganan bencana

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Indonesia memiliki banyak kearifan lokal terkait penanganan bencana yang belum terdokumentasi dengan baik. Perlu langkah mendokumentasikan pengetahuan itu untuk memastikan tidak hilang seiring berjalannya waktu. Demikian diungkapkan pakar dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

 

Ahli Madya dari Direktorat Sistem Penanggulangan Bencana BNPB M. Robi Amri menuturkan penelusuran yang dilakukan BNPB sejak 2019 menemukan banyak jejak pembelajaran terkait penanggulangan bencana dari masa lalu. "Kalau kearifan lokal memang ada dokumentasinya, tapi kalau bahasa waktu itu dengan tim-tim yang selama ini mengawal, itu masih terserak. Tidak hanya di penjuru negeri ini, tapi terserak di penjuru dunia," kata Robi dalam diskusi virtual menyambut Forum Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) yang diikuti dari Jakarta, Jumat (13/5/2022). 

Baca Juga

Dia mengatakan catatan dan dokumentasi terkait sejarah dan budaya respons penanggulangan bencana yang dilakukan berbagai macam kelompok masyarakat di Tanah Air banyak yang tersimpan di tempat yang sulit diakses oleh masyarakat luas. Untuk itu, BNPB sejak 2019 terus mencoba mengajak semua pihak, mulai dari lembaga negara, institusi pendidikan dan para ahli, untuk mengumpulkan catatan sejarah terkait penanggulangan bencana agar dapat diakses oleh semua pihak.

Pentingnya dokumentasi itu juga disorot oleh pakar arsitektur Mohammad Cahyo Novianto yang merupakan anggota Ikatan Arsitek Indonesia. Menurutnya beberapa kelompok masyarakat di Tanah Air memiliki pengalaman dan pengetahuan tentang bangunan tradisional yang dirancang untuk menghadapi bencana.

Namun, katanya, kebanyakan pengetahuan itu merupakan tradisi yang diturunkan melalui tutur dari generasi ke generasi dan tidak memiliki catatan tertulis. Hal itu mengakibatkan banyak terdapat ancaman menghilangnya pengetahuan tersebut akibat kemajuan zaman. "Karena itu salah satu titik penting dari kita semua ini adalah tentang mendokumentasi pengetahuan yang masih ada karena itu menjadi bekal untuk pengetahuan masa depan," ujar Cahyo.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile