Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

 

17 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Rencana Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik Dibatalkan

Sabtu 18 Jun 2022 04:52 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Muhammad Hafil

 Rencana Pembangunan <em>Fly Over</em> Sitinjau Lauik Dibatalkan. Foto:  Beberapa kendaraan truk tengah melintas di Sitinjau Lauik.

Rencana Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik Dibatalkan. Foto: Beberapa kendaraan truk tengah melintas di Sitinjau Lauik.

Foto: Antara
Pembangunan fly over Sitinjau Lauik memakan biaya besar.

REPUBLIKA.CO.ID,PADANG-- Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatra Barat, Medi Iswandi, mengatakan rencana pembangunan fly over di kawasan Sitinjau Lauik, Kota Padang dibatalkan. Menurut Medi pembatalan karena perkiraan biaya yang harus dipakai untuk membangun fly over di kawasan tersebut cukup besar.

 

Sebagai alternatif menurut Medi, pemerintah pusat akan melakukan pelebaran geometrik jalan raya atau pelebaran ke arah jurang.

Baca Juga

"Tujuan pembangunan fly over untuk mengurangi resiko kecelakaan dan kemacetan. Namun, karena butuh biaya yang cukup besar,  Pemerintah Pusat menggantinya dengan metode geometri jalan raya,” kata Medi, Jumat (17/6/2022).

Medi menjelaskan pelebaran geometrik jalan yang menghubungkan Kota Padang dan Kabupaten Solok itu rencananya akan menggunakan beton kantilever. Dengan cara itu, menurut Medi dapat mengurangi bahaya bagi pengendara.

Ia menyebut seandainya dilakukan pembangunan fly over, perkiraan anggaran sekitar Rp 4 triliun. Sehingga pemerintah tidak menyetujui rencana tersebut.

Rencana pembangunan geometri ini lanjut Medi sudah disetujui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) Nasional.

Jalur Sitinjau Laut merupakan jalur padat lintas tengah Sumatera dan daerah rawan kecelakaan (DRK) yang melewati tanjakan ekstrim yang paling berbahaya ketika curah hujan sangat tinggi dan kabut tebal serta jurang yang dalam.

Pemprov Sumbar mencatat kejadian kecelakaan selama periode 2016-2020  sebanyak 50 kecelakaan, meninggal 19 orang, luka berat 9 orang, luka ringan 111 orang.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile