REPUBLIKA.CO.ID,JAYAPURA - Situsi Kota Jayapura dan sekitarnya terlihat lengang menjelang upacara peringatan HUT ke-66 RI yang dipusatkan di Lapangan Mandala dan aparat keamanan berjaga-jaga secara ketat. Sejumlah toko dan pusat perbelanjaan di Jayapura dan sekitarnya, Rabu tampak tutup.
Aparat baik TNI maupun Polri tampak berjaga di beberapa titik di Jayapura dan sekitarnya terutama di lokasi rawan penyerangan kelompok sipil bersenjata. Di beberapa ruas jalan bahkan tidak terlihat adanya arus kendaraan yang melintas.
"Selain libur, juga msyarakat umumnya takut untuk bepergian," kata warga kilo sembilan Jayapura, Alex.
Kilo sembilan merupakan salah satu ruas jalan yang menghubungkan Jayapura menuju perbatasan RI-Papua Nugini. Disisi kanan kiri jalan hanya ada hutan dan beberapa rumah penduduk yang jaraknya berjauhan.
Alex menambahkan kelompok separatis OPM kini cenderung menyerang siapa saja. "Kalau dulu sasarannya hanya aparat, sekarang masyarakat sipil juga kena. Jadi, warga wajar jika takut bepergian saat ini," ungkapnya.
Berdasar pantauan situasi keamanan di Jayapura relatif kondusif menjelang peringatan HUT ke-66 RI, meski terjadi beberapa insiden penembakan di sekitar wilayah Jayapura. Aksi penyerangan terhadap warga sempat terjadi pada Senin (15/8) malam hingga Selasa (16/8) dinihari.
Sedangkan, aksi penyerangan terhadap pos pengamanan aparat terjadi terhadap Mapolsek Komopa Kabupaten Paniai oleh kelompok TPM kekuatan 30 orang pimpinan Jhon Yogi. Selain melakukan penyerangan, mereka berhasil merebut dua pucuk senjata jenis SKS amunisi 10 butir dan dua buah sangkur.