Wednesday, 12 Muharram 1444 / 10 August 2022

Wednesday, 12 Muharram 1444 / 10 August 2022

12 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Saham Big Cap Amblas, Reli Penurunan IHSG Berlanjut

Senin 04 Jul 2022 03:18 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Fuji Pratiwi

Petugas kebersihan melintasi layar digital pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/6/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan pada perdagangan awal pekan ini, Senin (4/7/2022). IHSG dibuka melemah ke posisi 6.782,85 dan terus terpangkas hingga lebih dari satu persen.

Petugas kebersihan melintasi layar digital pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/6/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan pada perdagangan awal pekan ini, Senin (4/7/2022). IHSG dibuka melemah ke posisi 6.782,85 dan terus terpangkas hingga lebih dari satu persen.

Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Semua sektor anjlok dengan sektor transportasi menjadi yang terdalam anjloknya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan pada perdagangan awal pekan ini, Senin (4/7/2022). IHSG dibuka melemah ke posisi 6.782,85 dan terus terpangkas hingga lebih dari satu persen. 

Semua sektor mengalami penurunan dengan sektor transportasi menjadi yang terdalam kejatuhannya yaitu di atas 3 persen. Selanjutnya menyusul sektor teknologi yang mengalami koreksi sebesar 2,05 persen. 

Baca Juga

Beberapa saham berkapitalisasi jumbo terpantau mencatatkan penurunan yang dalam. ARTO turun sebesar 6,45 persen, GOTO terkoreksi 5,41 persen, BUKA melemah 3,01 persen serta BBRI dan BBCA melemah lebih dari 1 persen.

Phillip Sekuritas Indonesia memproyeksi IHSG masih berpotensi melemah. Reli pelemahan IHSG diperkirakan masih akan berlanjut setelah 5 hari beruntun selalu berakhir di zona negatif. 

Pelemahan IHSG terjadi di tengah naiknya bursa utama Wall Street pada perdagangan akhir pekan lalu. Sementara indeks saham Asia pagi ini dibuka variatif (mixed) dengan HSI dan SSEC melemah serta N225 dan STI menguat. 

Lesunya pergerakan bursa saham disebut mendapat sentimen negatif dari data perekonomian AS. "Rilis data ekonomi AS terkini memberikan bukti pelemahan lebih lanjut di sektor penting dalam ekonomi AS," tulis Phillip Sekuritas Indonesia dalam risetnya, Senin (4/7/2022).

Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) turun tajam. Yield surat utang Pemerintah AS (US Treasury Note) bertenor 10 tahun turun 13 bps menjadi 2,88 persen setelah sempat mencapai 3,5 persen di pertengahan bulan Juni.

"Hal ini karena investor memprediksi bank sentral AS Federal Reserve akan menekan secara paksa tingkat inflasi hingga mendekati target 2 persen," tulis Phillip Sekuritas Indonesia.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah naik di tengah gangguan pasokan dari Libia dan rencana aksi mogok kerja di sektor minyak dan gas Norwegia mulai 5 Juli.

Ke depan, menurut riset, fokus perhatian investor akan tertuju pada musim laporan keuangan kuartal II 2022, rilis data pasar tenaga kerja AS (Non-Farm Payrolls) untuk bulan Juni serta pertemuan kebijakan Federal Reserve akhir bulan ini.

 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile