Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

 

11 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Laporan: Trump Diam-Diam Dukung Rencana Israel Caplok Wilayah Palestina

Senin 15 Aug 2022 23:50 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengirim surat rahasia kepada mantan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Surat kabar Jerusalem Post mengatakan, surat setebal tiga halaman dan tertanggal 26 Januari 2020 itu berisi dukungan Trump atas rencana Israel untuk mencaplok wilayah Palestina.

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengirim surat rahasia kepada mantan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Surat kabar Jerusalem Post mengatakan, surat setebal tiga halaman dan tertanggal 26 Januari 2020 itu berisi dukungan Trump atas rencana Israel untuk mencaplok wilayah Palestina.

Foto: AP/Andrew Harnik
Trump mengirim surat rahasia berisi dukungan kepada Benjamin Netanyahu pada 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengirim surat rahasia kepada mantan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Surat kabar Jerusalem Post mengatakan, surat setebal tiga halaman dan tertanggal 26 Januari 2020 itu berisi dukungan Trump atas rencana Israel untuk mencaplok wilayah Palestina.

 

"Israel akan dapat memperluas kedaulatan ke bagian-bagian wilayah Tepi Barat jika Netanyahu menyetujui Negara Palestina di wilayah yang tersisa," tulis Trump dalam surat itu, dilansir Middle East Monitor, Selasa (16/8/2022).

Baca Juga

Netanyahu menerima surat itu dua hari sebelum Trump mengumumkan Kesepakatan Abraham atau yang disebutnya sebagai "kesepakatan abad ini" untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel. Kesepakatan itu ditolak keras oleh Palestina. Kesepakatan Abraham menjadi landasan terhadap normalisasi Israel dengan beberapa negara Arab, seperti Uni Emirate Arab (UEA), Bahrain, Sudan, dan Maroko. Para pemimpin Palestina mengatakan, kesepakatan ini adalah upaya untuk mencegah Palestina mendapatkan kemerdekaan dan kedaulatan.

Kesepakatan abad ini yang disebut oleh Trump juga mengacu pada Yerusalem sebagai ibu kota Israel yang tidak terbagi. Kesepakatan tersebut juga mengakui kedaulatan Israel atas sebagian besar wilayah pendudukan Tepi Barat.

Rencana tersebut melibatkan pembentukan negara Palestina Balkan dalam bentuk kepulauan yang dihubungkan oleh jembatan dan terowongan. Para pejabat Palestina mengatakan, di bawah rencana AS, Israel akan mencaplok 30-40 persen wilayah pendudukan Tepi Barat, termasuk seluruh Yerusalem Timur.

Di bawah tekanan internasional, Netanyahu tidak mengumumkan rencana pencaplokannya seperti yang dijadwalkan pada Juli 2020. Netanyahu mengklaim menunda pengumuman tersebut, hingga kemudian dia lengser.

Pembicaraan damai antara Palestina dan Israel 2014 gagal mencapai kesepakatan. Karena Israel menolak untuk membebaskan tahanan Palestina dan menghentikan perluasan pembangunan permukiman Yahudi. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile