Saturday, 2 Jumadil Awwal 1444 / 26 November 2022

Saturday, 2 Jumadil Awwal 1444 / 26 November 2022

2 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Dokter Gizi Bantah Daging Kambing Memiliki Kolesterol Tinggi

Kamis 29 Sep 2022 10:23 WIB

Red: Nora Azizah

Dokter Gizi justru menyebut kolesterol daging kambing lebih rendah dari sapi.

Dokter Gizi justru menyebut kolesterol daging kambing lebih rendah dari sapi.

Foto: Wikimedia
Dokter Gizi justru menyebut kolesterol daging kambing lebih rendah dari sapi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dokter spesialis gizi klinik dari RS Medistra dr. Cindiawaty J. Pudjiadi, MARS, MS, SP.GK menjawab beberapa mitos yang beredar mengenai daging kambing adalah dipercaya dapat meningkatkan kolesterol. Hal ini membuat daging kambing umumnya banyak dihindari oleh orang-orang yang menderita kolesterol.

Akan tetapi, Cindy menjelaskan bahwa daging kambing justru memiliki tingkat kolesterol yang lebih rendah dibandingkan dengan daging sapi atau daging domba. Oleh sebab itu, penderita kolesterol sebenarnya masih diizinkan untuk mengonsumsi daging kambing.

Baca Juga

Cindy mengatakan, selama panganan dari daging kambing tidak banyak mengandung minyak, itu masih tergolong aman. Selain itu, daging kambing itu merupakan salah satu sumber protein, vitamin dan mineral.

"Ada lemaknya, tapi ternyata daging kambing itu lemaknya lebih rendah. Kolesterolnya juga lebih rendah kalau dibandingkan dengan daging sapi dan domba," kata Cindy, Kamis (29/9/2022).

Lebih lanjut, Cindy memaparkan bahwa meskipun masih diizinkan mengonsumsi daging kambing, penderita kolesterol tetap harus memperhatikan proses pengolahan daging tersebut. Sebab, pengolahan daging kambing itulah yang dapat mempengaruhi tingkat kolesterol seseorang.

"Dagingnya nggak ada dosa, yang salah itu pengolahannya. Pengolahannya itu sering kan tambahin santan yang banyak biar enak. Jadi itu tambahannya yang dosa. Makan sate kambing boleh nggak? Boleh asal jangan pakai lemak-lemaknya. Kalau tensinya tinggi minta jangan terlalu banyak garam," pungkasnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile