Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

6 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Aroma Embusan Napas Jadi Manis, Gejala Penyakit Apa?

Selasa 04 Oct 2022 18:00 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

ilustrasi bau mulut. Penyakit hati bisa memunculkan aroma manis pada bau mulut.

ilustrasi bau mulut. Penyakit hati bisa memunculkan aroma manis pada bau mulut.

Foto: Republika/ Musiron
Waspadai jika tercium aroma manis dari bau mulut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyakit hati bisa memunculkan komplikasi berupa perubahan pada otak yang dikenal dengan nama hepatic encephalopathy. Ketika komplikasi ini terjadi, salah satu gejala awal yang mungkin muncul adalah embusan napas beraroma manis.

Organ hati berperan dalam memecah senyawa-senyawa beracun di dalam tubuh. Bila hati terserang penyakit, beragam masalah bisa muncul karena senyawa-senyawa beracun yang seharusnya dikelola oleh hati jadi menumpuk di dalam darah.

Baca Juga

Penyakit hati bisa merujuk pada beragam permasalahan yang membuat hati tak bisa berfungsi secara optimal. Salah satu jenis penyakit hati yang paling umum adalah penyakit perlemakan hati.

Penyakit perlemakan hati merupakan sebuah kondisi di mana terjadi penumpukan lemak pada organ hati. Penyakit perlemakan hati dapat dibagi menjadi dua kategori besar, yaitu penyakit perlemakan hati alkoholik dan non alkoholik.

Penyakit perlemakan hati alkoholik terjadi akibat konsumsi minuman beralkohol secara berlebih. Sedangkan penyakit perlemakan hati non alkoholik terjadi akibat penyebab lain, selain alkohol. Umumnya, kondisi ini terjadi akibat tingginya kadar lemak di dalam darah dan diabetes.

Seperti dilansir BritishLiverTrust, penderita penyakit hati akut (jangka pendek), kronis (jangka panjang), atau berat bisa mengalami perubahan pada otak mereka. Perubahan ini dikenal sebagai hepatic encephalopathy (HE). Kondisi ini bisa terjadi secara tiba-tiba pada penderita gagal hati akut, namun lebih sering dialami oleh penderita penyakit hati kronis.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile