REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG - Sebanyak 4.147 orang korban banjir lahar dingin Gunung Merapi di wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah masih mengungsi di 12 lokasi. Kepala Sub Bidang Penyelamatan dan Penanggulangan Bencana Badan Kesbangpol dan PB Kabupaten Magelang, Heri Prawoto di Magelang, Ahad (27/2) mengatakan, Pemkab terus menyalurkan kebutuhan logistik bagi para pengungsi.
Ia mengatakan, setiap hari Pemkab Magelang memberikan jatah uang lauk pauk Rp4.500 perorang, dan 0,4 kilogram beras per orang. Di luar kebutuhan lauk pauk, katanya, Pemkab Magelang berupaya menggalang bantuan dari lembaga swadaya masyarakat.
"Kami tidak mungkin mengandalkan sumbangan dari pihak ketiga karena saat ini sumbangan dari donatur semakin berkurang dibandingkan awal terjadi bencana lahar dingin," katanya.
Ia mengatakan, hingga sekarang pemkab masih bertanggung jawab atas semua kebutuhan pengungsi. "Kami akan terus melayani pengungsi hingga mereka memiliki tempat tinggal sebagai tujuan pulang selepas dari pengungsian," katanya.
Kebijakan tersebut diberlakukan karena tidak semua pengungsi bisa pulang ke rumah karena sebagian tempat tinggal mereka hanyut dan rusak berat akibat diterjang lahar dingin.
Berdasarkan hasil pendataan terakhir, katanya, sebanyak 444 rumah penduduk rusak karena diterjang lahar dingin, antara lain 106 rumah hanyut dan 149 rusak berat. Setelah dilakukan survei, katanya, Pemkab Magelang baru mengajukan usulan pembangunan hunian sementara sebanyak 306 unit.