Wednesday, 30 Zulqaidah 1443 / 29 June 2022

Wednesday, 30 Zulqaidah 1443 / 29 June 2022

30 Zulqaidah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Gempa Banten Sebabkan 2.224 Rumah di Pandeglang Rusak

Senin 17 Jan 2022 17:50 WIB

Red: Indira Rezkisari

Warga membersihkan bangunan rumahnya yang rusak di Sumur, Pandeglang, Banten, Sabtu (15/1/2022). Sebanyak 1.231 rumah dengan rincian 226 rusak berat, 290 rusak sedang, 715 rusak ringan, dan 14 puskesmas di tiga daerah di Banten rusak akibat gempa bumi magnitudo 6,6 SR yang terjadi pada Jumat (14/1) kemarin.

Warga membersihkan bangunan rumahnya yang rusak di Sumur, Pandeglang, Banten, Sabtu (15/1/2022). Sebanyak 1.231 rumah dengan rincian 226 rusak berat, 290 rusak sedang, 715 rusak ringan, dan 14 puskesmas di tiga daerah di Banten rusak akibat gempa bumi magnitudo 6,6 SR yang terjadi pada Jumat (14/1) kemarin.

Foto: Antara/Muhammad Bagus Khoirunas
Tidak ada korban jiwa di Pandeglang akibat gempa Banten.

REPUBLIKA.CO.ID, PANDEGLANG -- Kerusakan rumah di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, akibat gempa tektonik berkekuatan 6,6 yang terjadi Jumat (14/1/2022), bertambah menjadi 2.224 unit. Sebelumnya terdata sebanyak 1.909 unit rumah yang tersebar di 30 kecamatan dan 167 desa rusak akibat gempa Banten.

"Kami masih melakukan pendataan jumlah rumah yang rusak itu," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang Girgi Jantoro, Senin (17/1/2022). Bencana gempa bumi di Kabupaten Pandeglang itu hingga kini tidak ditemukan korban jiwa, tetapi dua warga mengalami luka-luka akibat tertimpa puing bangunan rumah.

Baca Juga

Kedua orang itu sudah kembali pulih setelah menjalani perawatan medis di puskesmas setempat. Gempa bumi di Kabupaten Pandeglang cukup besar hingga terdampak di 30 kecamatan antara lain Kecamatan Sumur, Panimbang, Cikeusik, Cimanggu, Mandalawangi,Cibaliung, Sukaresmi, Munjul, Carita, Angsana, Pagelaran, Jiput, Saketi, Bojong, Cigeulis, dan Cibaliung.

Lalu di wilayah Kecamatan Banjar, Sobang, Majasari, Menes, Pulosari, Cisata, Labuan, Cibitung, Cimanuk, Cikeudal, Picung, Cipeucang, Patia, dan Kaduhejo. Sedangkan, jumlah kerusakan rumah milik masyarakat tercatat 2.224 unit terdiri dari rusak ringan 1387 unit, rusak sedang 493 unit dan rusak berat 364 unit.

Selain itu juga kerusakan gedung sekolah sebanyak 43 unit, sarana kantor desa empat unit, masjid 15 unit, puskesmas 16 unit dan tempat usaha tiga unit. "Kami menerjunkan petugas untuk memverifikasi bangunan rumah yang rusak untuk diajukan kepada pemerintah daerah setempat," katanya menjelaskan.

Ia juga mengatakan BPBD Pandeglang hingga kini terus menyalurkan logistik untuk memberikan pelayanan dasar terhadap warga yang terdampak agar mereka terpenuhi kebutuhan pangan. Sejauh ini, pendistribusian logistik berjalan lancar dan diterima masyarakat korban bencana alam. "Kami berkomitmen untuk menjamin pelayanan dasar bagi warga yang terdampak musibah," katanya menjelaskan.

sumber : Antara
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile