Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

11 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Jembatan Putus Akibat Banjir Bandang, Siswa Terpaksa Menyeberangi Sungai Cimanuk

Senin 18 Jul 2022 07:57 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Bilal Ramadhan

Aparat kepolisian membantu siswa menyeberang Sungai Cimanuk di wilayah Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, menggunakan perahu karet, Senin (18/7/2022). Pasalnya, jembatan yang berada di wilayah itu rusak terdampak banjir bandang.

Aparat kepolisian membantu siswa menyeberang Sungai Cimanuk di wilayah Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, menggunakan perahu karet, Senin (18/7/2022). Pasalnya, jembatan yang berada di wilayah itu rusak terdampak banjir bandang.

Foto: Dok. Polsek Banyuresmi.
Siswa dibantu polisi terpaksa menyeberangi sungai saat menuju ke sekolahnya di Garut.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Sejumlah jembatan di Kabupaten Garut terputus akibat banjir bandang yang terdampak banjir bandang pada Jumat (15/7/2022). Salah satu jembatan yang rusak adalah yang menghubungkan antara Kecamatan Karangpawitan dan Banyuresmi, Kabupaten Garut.

Kapolsek Banyuresmi, Kompol Supian, mengatakan, jembatan itu merupakan salah satu akses yang biasa dilewati warga dari Desa Lengkongjaya, Kecamatan Karangpawitan, ke Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, atau sebaliknya.

Baca Juga

Bukan hanya warga yang biasa melintasi jembatan yang berdiri di atas Sungai Cimanuk itu untuk aktivitas sehari-hari, melainkan juga para siswa.

"Karena jembatan itu putus, kami menyediakan perahu karet untuk membantu warga, terutama siswa yang mau sekolah," kata Supian, Senin (18/7/2022).

Ia menjelaskan, apabila tak menyeberang Sungai Cimanuk di wilayah itu, warga harus memutar dengan jarak sekitar 10 kilometer. Alhasil, pihaknya akan menyiagakan perahu karet untuk membantu akses warga sampai jembatan darurat didirikan.

Menurut dia, sejak Senin pagi sudah ada sekitar 70 orang yang melintas Sungai Cimanuk di wilayah menggunakan perahu karet. Sebanyak 50 orang di antaranya merupakan siswa yang hendak masuk sekolah di hari pertama.

Sebab, banyak siswa dari Kecamatan Karangpawitan yang bersekolah di Kecamatan Banyuresmi. "Untuk keselamatan, warga yang melintas itu kami sediakan pelampung. Meski air sungai mulai surut, tapi harus tetap diantisipasi," kata Supian.

Ihwal sekolah terdampak banjir bandang, tedapat dua sekolah di Kecamatan Banyuresmi yang terdampak banjir bandang, yaitu SDN 1 Sukaratu dan SMPN 2 Banyuresmi. Namun, dua sekolah itu telah dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).

"Dua sekolah itu sudah dibersihkan pada Sabtu dan Minggu kemarin," kata dia.

Di wilayah lainnya, Kampung Dayeuh Handap, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, jembatan berdiri di atas Sungai Cipejeuh juga terbawa banjir bandang pada Jumat kemarin. Sementara di seberang sungai itu, terdapat empat orang siswa yang biasa sekolah dengan melintasi jembatan tersebut.

Kapolsek Garut Kota, AKBP Deden Mulyana, mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi kebutuhan akses siswa yang harus menyeberang sungai dengan menjemputnya menggunakan mobil polisi. Pihaknya tak menyediakan perahu karet lantaran akses alternatif lain relatif dekat.

"Kami jemput pakai mobil siswanya. Untuk empat orang, satu mobil cukup," kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile