Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

 

7 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Polisi: Tidak Ada Teror Usai Penembakan Pegawai Dishub

Ahad 17 Apr 2022 22:11 WIB

Red: Ratna Puspita

Ilustrasi. Kapolrestabes Makassar Kombes Budhi Haryanto mengatakan, tidak ada teror di ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan itu menyusul penembakan yang menewaskan pegawai Dishub Kota Makassar Najamuddin Sewang pada Ahad (3/4/2022) pagi.

Ilustrasi. Kapolrestabes Makassar Kombes Budhi Haryanto mengatakan, tidak ada teror di ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan itu menyusul penembakan yang menewaskan pegawai Dishub Kota Makassar Najamuddin Sewang pada Ahad (3/4/2022) pagi.

Foto: Republika/Kurnia Fakhrini
Satu dari empat tersangka penembakan merupakan kepala Satpol PP Makassar.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Kapolrestabes Makassar Kombes Budhi Haryanto mengatakan, tidak ada teror di ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan itu. Pernyataan ini karena adanya kekhawatiran masyarakat jika banyak teror kejahatan jalanan menyusul penembakan yang menewaskan pegawai Dishub Kota Makassar Najamuddin Sewang pada Ahad (3/4/2022) pagi. 

 

"Tidak ada teror di Makassar, penembakan itu murni persoalan pribadi, bukan teror," ujarnya menegaskan di Makassar, Ahad (17/4/2022).

Baca Juga

Budhi mengatakan, kasus penembakan pegawai Dishub sudah mulai menemukan titik terang setelah ditetapkannya empat orang tersangka. Keempat orang yang ditetapkan tersangka di antaranya Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Makassar Iqbal Asnan (IA) dan tiga orang lainnya inisial S, AKM, dan A.

Dia menyatakan, hasil interogasi singkat terhadap para pelaku jika korban pegawai Dishub Najamuddin Sewang terlibat cinta segitiga dengan perempuan berinisial R bersama Kasatpol PP Iqbal Asnan. "Untuk sementara motifnya itu cinta segitiga. Nanti kasus ini akan dirilis secara resmi," katanya.

Dalam kasus itu, polisi juga memeriksa 20 orang saksi, pertama, saksi yang melihat langsung di TKP, kedua saksi dari keluarga dan pihak rumah sakit (RS Siloam). Budhi menerangkan, kepolisian masih terus mengembangkan kasus ini mengingat ada saksi lain ataupun kendaraan yang terekam dalam CCTV saat kejadian tersebut terjadi, termasuk pengemudi ojek online (ojol) yang berada di lokasi.

Namun, Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan, berjanji segera merilis secara lengkap pengungkapan serta pekerjaan eksekutor penembak. Terkait peranan masing-masing tersangka tersebut saat kejadian, Budhi mengatakan ada eksekutor, menggambar dan otak pelaku penembakan. Mengenai pekerjaan pelaku, belum disampaikan secara detail.

"Nanti untuk lengkapnya, karena ini kan (proses) pelaku di Polrestabes, maka akan kita rilis berikutnya," kata kapolres.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile