Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

9 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

OJK Catat Enam Investasi Ilegal di NTT Telah Dihentikan

Jumat 05 Aug 2022 20:39 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Dua dari enam investasi ilegal di NTT telah diproses secara hukum pidana. Ilustrasi.

Dua dari enam investasi ilegal di NTT telah diproses secara hukum pidana. Ilustrasi.

Foto: Tahta Aidilla/Republika
Dua dari enam investasi ilegal di NTT telah diproses secara hukum pidana

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat sebanyak enam entitas investasi yang muncul di NTT telah dihentikan akibat beroperasi secara ilegal dan merugikan masyarakat setempat.

"Sejauh ini sudah ada enam entitas investasi yang dinyatakan ilegal dan sudah diberhentikan yaitu Asia Dinasti Sejahtera, KSU Amanda Permata, Wein Group, KSP Sejahtera Bersama, Advanced Global Technology, dan Enel Kekuatan Hijau," kata Kepala Kantor OJK NTT Japarmen Manalu kepada wartawan di Kupang, Jumat (5/8/2022.

Baca Juga

Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan upaya penindakan terhadap praktik investasi ilegal yang muncul di NTT. Dari keenam entitas investasi ilegal itu terdapat dua entitas yang diproses secara hukum pidana yaitu Asia Dinasti Sejahtera berupa tujuh tahun penjara dan denda sebesar Rp 10 miliar bagi pelaku. Selain itu dalam kasus Wein Group, pelaku dihukum penjara 13 tahun dan denda sebesar Rp 10 miliar.

Praktik investasi ilegal tersebut, kata dia, beroperasi dengan menawarkan keuntungan yang tidak logis hingga akhirnya mendatangkan kerugian bagi masyarakat yang bergabung di dalamnya. Japarmen Manalu mengatakan dalam berbagai kesempatan, OJK melalui Satgas Waspada Investasi (SWI) terus mengingatkan masyarakat NTT agar selalu waspada dengan penawaran investasi bodong.

Masyarakat diimbau untuk selalu memegang prinsip 2L (Legal dan Logis) ketika menghadapi sebuah tawan investasi. Prinsip Legal yaitu memahami apakah sebuah investasi itu memiliki dasar hukum atau izin serta terdaftar dan diawasi OJK atau tidak. Sedangkan aspek Logis yaitu mencermati wajar atau tidaknya keuntungan yang ditawarkan dari sebuah investasi.

Ia menyebutkan beberapa hal yang perlu diperhatikan masyarakat dalam mengakses pinjaman berbasis aplikasi dalam jaringan yaitu meminjam pada fintech peer-to-peer lending yang terdaftar di OJK, yang bisa diperiksa melalui situs ojk.go.id. Selain itu meminjam sesuai kebutuhan dan kemampuan, serta untuk kepentingan yang produktif dan memahami manfaat biaya, bunga, jangka waktu, denda, dan risiko.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile