Kamis 28 Apr 2011 20:40 WIB
Negara Islam Indonesia

Anggota NII Dikenali dari Gaya Diskusinya

Rep: Palupi Annisa Auliani/ Red: Didi Purwadi
Bendera NII
Bendera NII

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG – Identifikasi anggota Negara Islam Indonesia (NII) tidak mudah dilakukan. Penampilan fisik mereka tak jauh berbeda dengan warga kebanyakan.

“Kalau fisik tidak banyak perbedaan. Mereka baru ketahuan kalau diskusi,’’ kata Ahmad Nurdin, mantan Ketua Dewan Pembina NII KW IX.

Diskusi anggota NII cenderung menyerang Pemerintah Indonesia secara ekstrem. Perbedaan fisik susah diamati. Karena, para anggota NII memang didorong kembali ke masyarakat tempat tinggal dia semula.

Nurdin mengatakan anggota NII yang tak kembali ke lingkungannya semula itu kebanyakan karena faktor takut ‘kotor’ kembali. Mereka akan memilih tinggal dengan teman sesama NII atau dengan pembinanya. “Tapi, sebenarnya kami mendorong proses yang normal,’’ ujar Nurdin yang mengaku sebagai penyusun modul perekrutan NII, termasuk yang mengenalkan konsep shadaqah harus dalam bentuk uang.

Hal ini diakui pula oleh Prasetyo, alumni Teknik Lingkungan ITB, yang nyaris direkrut NII saat masih duduk di bangku SMA. Dia mengenali kawan-kawan kampusnya yang menjadi anggota NII itu juga dari diskusi.

Misalnya, kata Prasetyo, saat bicara tentang pemilu kepala daerah. Para anggota NII cenderung bersikap apatis secara ekstrem. “Ngapain mikiran mereka (para calon kepala daerah). Mereka kan bukan imam kita,’’ kata Prasetyo menirukan kawan-kawannya yang direkrut NII.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement