Selasa 05 Jul 2011 12:28 WIB

KH Zainuddin MZ Sosok Penyejuk Bangsa

KH Zainuddin MZ
Foto: Antara
KH Zainuddin MZ

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Sejumlah kalangan, baik politisi maupun profesional menyebut KH Dr Zainuddin MZ sebagai sosok penyejuk bangsa yang tak pernah lelah memberi kontribusi bagi penguatan kerukunan antarumat.

"Almarhum telah menunjukkan baktinya yang positif dalam membangun semangat kebersamaan di antara umat beraneka latar belakang di Indonesia," kata Fayakhun Andriadi, anggota Komisi I DPR RI.

Sementara Angelina Sondakh, yang bertugas di Komisi X DPR RI, menilai almarhum KH Zainuddin MZ adalah seorang pendidik masyarakat yang berwibawa dan nasionalis. Di tempat terpisah, dua profesional berbeda latar Edward Waleleng dan Stevan Vogez berpendapat bahwa KH Zainuddin MZ sebetulnya merupakan salah satu sosok ulama penting yang piawai dalam membangun spirit kejuangan bangsa.

"Dia tak hanya milik Muslim, tetapi seluruh rakyat. Karena, almarhum mampu memberikan mutiara-mutiara kata orisinil khas Indonesia. Kata-katanya langsung bisa dicerna dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat kita yang majemuk," kata Edward Waleleng. Hal senada juga dinyatakan Stevan Vogez dengan mengucapkan selamat jalan ulama besar masa kini menuju tempat peristirahatan abadi.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement