REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS -- Oposisi Suriah setuju menunjuk Dewan Nasional Suriah (SNC) sebagai wakilnya, Selasa (27/3). Mereka meminta Presiden Bashar al-Assad untuk menarik tank sebagai bentuk keseriusan mewujudkan perdamaian.
Kelompok oposisi Suriah menggelar pertemuan selama dua hari di Istanbul, Turki. Hasil pertemuan tersebut menyepakati adanya restrukturisasi di tubuh SNC dan menyiapkan komisi yang bertugas membuat hukum baru.
Mayoritas faksi oposisi menyetujui keputusan yang telah dibuat. Hanya sebagian kecil faksi Kurdi yag tidak setuju. Sebagian faksi lainnya tidak hadir dalam pertemuan.
Faksi oposisi juga meminta Assad menerima proposal yang diajukan PBB dan Liga Arab melalui Kofi Annan. Proposal tersebut berisi seruan menghentikan pertumpahan darah yang telah menewaskan lebih dari 10 ribu jiwa.
"Kami tidak percaya rezim Assad," ujar pemimpin oposisi Waid al-Buni kepada wartawan, Rabu (28/3).
Ia menambahkan, jika Assad serius mewujudkan perdamaian ia harus mengambil keputusan besok. Al-Buni meminta pada Kamis jalanan Suriah harus sudah bersih dari tank. Pasukan militer juga harus sudah ditarik.
Keputusan oposisi dibuat setelah Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton meminta faksi oposisi bersatu dan merumuskan visi demi persatuan Suriah.
"Kami akan terus mendukung oposisi," kata Clinton.