REPUBLIKA.CO.ID, SOLO--Aksi teror yang terjadi sejak malam kemerdekaan disinyalir bermotif pembalasan dendam. "Motifnya melakukan pembalasan atas petugas kepolisian," ujarnya Kapolri Jendral Timur Pradopo A, saat memberikan keterangan pers di kantor Polresta Solo.
Namun Pradopo tak memberi keterangan jelas terkait pembalasan tersebut. Saat ditanya peristiwa apa yang membawa pembalasan, Pradopo tak menjawab jelas.
Dia hanya mengatakan, aksi petugas kepolisian telah membawa peneror dari kelompok baru tersebut ingin membalas. "Petugas kepolisian bertugas, mereka ingin melakukan pembalasan. Ini kelompok baru. Tidak terkait kelompok lama," ujarnya.
Terkait kelompok lama, Pradopo mengaku masih dalam penyidikan lanjut. Dari satu tersangka hidup, berinisial B (24 tahun), kata Pradopo, aparat akan terus mengembangkan kasus tersebut.