Kamis 20 Dec 2012 06:25 WIB

FPI Ancam Turun Tangan Terkait Bakso Babi

Red: Hazliansyah
Logo FPI
Logo FPI

REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA -- Front Pembela Islam (FPI) Kalimantan Timur, meminta polisi segera menangkap pelaku penjualan bakso bercampur daging babi di Samarinda dan Kutai Kartanegara.

"Kami meminta polisi segera menangkap penjual bakso daging babi itu sebab jika tidak ada respon maka kami akan turun melakukan razia," ungkap Ketua Dewan Syuro FPI Kaltim, Habib Fauzi, Rabu (19/12).

FPI Kaltim kata Habib Fauzi menilai, penjualan bakso bercampur daging babi itu sangat merugikan umat Islam sehingga para pelaku harus dihukum untuk memberikan efek jera agar hal itu tidak terulang lagi. Apalagi, lanjut Habib Fauzi, kasus bakso babi itu sudah tiga kali merebak di Kota Samarinda.

"Saya menilai, itu sengaja dilakukan sehingga harus ada tindakan hukum untuk memberi efek jera kepada mereka agar kedepan tidak ada lagi kasus bakso yang dicampur daging babi," katanya.

"Penjualan bakso bercampur daging babi itu tidak cukup dengan hanya dibina sebab perbuatan mereka sangat jelas merugikan umat Islam sehingga harus ada sanksi hukumnya. Kami tetap menghormati prosedur hukum namun jika dalam waktu satu minggu tidak ada tindakan dari pihak berwenang, baik Pemerintah Kota Samarinda Maupun kepolisian, maka kami akan turun sendiri," ungkap Habib Fauzi.

Sementara, Kapolresta Samarinda, Komisaris Besar Arief Prapto, kembali mengingatkan elemen masyarakat agar tidak melakukan tindakan sendiri.

"Kami meminta masyarakat agar tidak melakukan tindakan sendiri dan mempercayakan kepada kepolisian. Kami telah mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu, termasuk menurunkan tim yang telah bekerjasama dengan instansi dari Pemerintah Kota Samarinda untuk menyelidiki dugaan bakso bercampur daging babi tersebut," kata Arief Prapto.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement