REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengultimatum Kepolisian Daerah (Polda) Papua agar tidak membiarkan permasalahan rekening gendut anggotanya di Polres Sorong, Aiptu LS.
Kompolnas mengaku akan ikut mengawasi perkembangan dari pemeriksaan yang dilakukan kepada polisi pemilik rekening tak wajar senilai Rp 900 miliar itu.
Anggota Komponlas Hamidah Abdurrahman menduga, masih ada rekanan LS lain yang terlibat dengan transaksi mencurigakan tersebut. Terlebih, melihat rekam jejak bisnis LS yang diduga melanggar hukum.
“Ini jelas bisnis illegal, pengumpulan dana secara tidak sah jadi sudah bisa dilanjutkan ke penyidikan. Setelahnya harus diusut siapa saja yang terlibat, tidak mungkin dia sendirian” kata dia.
Sebelumnya, LS dilaporkan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pada Selasa (14/5) karena dana yang tersimpan di rekeningnya dinilai tak wajar. Diketahui ia memiliki saldo dengan nilai uang mencapai Rp 900 miliar.
Selain itu, PPATK juga mencatat, selama lima tahun terakhir rekening atas nama LS telah mencetak perputaran transaksi yang sangat fantastis.
Dari tahun 2007-2012, diketahui rekening LS telah terlibat transaksi hingga menembus angka Rp 1,5 triliun. Jumlah tersebut dinilai tak wajar bila menilik LS yang masih berpangkat Aiptu ini.