REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Departemen Pendidikan Agama dan Kebudayaan DPP PDIP Zuhairi Misrawi mengatakan saat ini partisipasi publik menunjukkan tren positif dalam demokrasi. Publik mulai aktif dalam berbagai percakapan politik terkait pemilihan presiden.
"Bahkan, kalau Jokowi (Joko Widodo) tak naik menjadi capres, banyak orang mau people power. Ini menunjukkan kalau publik memang ingin Jokowi jadi presiden," kata Zuhairi di Jakarta, Selasa (24/9) malam.
Sebenarnya, Indonesia selama ini memang sudah punya banyak presiden yang berganti-ganti namun tidak punya pemimpin. "Pemimpin itu seperti Bung Karno, kehadiran Jokowi itu memberikan harapan baru lahirnya pemimpin di negeri ini," ujar Zuhairi.
Zuhairi menyampaikan publik itu ingin mencari pemimpin, bukan hanya sekadar presiden. "Kalau sekadar presiden kontraknya hanya dengan setgab atau koalisi, kalau pemimpin itu kontraknya dengan rakyat," katanya.
Dari berbagai media sosial menunjukkan publik menghendaki pemimpin yang bisa menyelesaikan masalah di masyarakat, memiliki kebajikan, dan posisinya berpihak kepada rakyat. Ini semua dimiliki oleh Jokowi, makanya tidak heran jika rakyat menginginkan mantan Walikota Solo itu.
Beberapa kebijakan Jokowi yang disukai rakyat, kata Zuhairi, antara lain adanya Kartu Jakarta Sehat dan kartu pintar. Keduanya sangat menolong warga yang kurang mampu untuk mendapatkan pelayanan di bidang kesehatan dan pendidikan.