REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Presiden Iran, Hassan Rohani, mengatakan Teheran siap membicarakan program energi nuklir secara transparan. Rohani menjamin nuklir Iran tidak menimbulkan ancaman bagi dunia.
Dalam pidatonya di peserta Majelis Umum PBB pada Selasa (24/9), Rohani mengatakan bangsa Iran sudah siap untuk bekerjasama dengan masyarakat internasional berdasarkan prinsip-prinsip kesepakatan yang adil dan saling menghormati satu sama lain.
"Senjata nuklir dan senjata pemusnah massal tidak ada dan tidak akan diproduksi oleh Iran,'' kata Rohani seperti laporan Press TV yang dikutip Mi'raj News Agency.
''Pengembangan energi nuklir Iran berprinsip pada perdamaian dan kemaslahatan untuk masyarakat Iran dan internasional,'' kata Rohani. ''Itulah program Iran.''
Presiden Iran mengecam sanksi yang dijatuhkan terhadap negaranya atas program energi nuklir yang selama ini dikembangkannya.
''Tuduhan Israel bahwa hal itu akan membahayakan perdamaian dunia adalah fitnah dan tidak realistis,“ tambahnya.
Rohani berbicara beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, mengatakan kepada sidang majelis PBB bahwa Washington lebih suka solusi diplomatik untuk meneyelesaikan sengketa dengan Iran.
Obama mencatat bahwa penyelesaian masalah nuklir Iran dapat dilaksanakan dalam hubungan diplomatik antara kedua negara.