REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Untuk mendukung kinerja dalam pelaksanaan pengawasan Pemilu 2014, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) berencana akan merekrut satu juta mahasiswa untuk menjadi relawan pengawas pemilu 2014.
"Mahasiswa dinilai masih cukup obyektif dan netral di tengah masyarakat. Relawan ini diisi oleh para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi," ujar Ketua Bawaslu, Muhammad saat melaunching Gerakan Nasional Satu Juta Relawan Pengawas Pemilu Bagi Pemilih Pemula, di kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sabtu, (28/9).
Dalam siaran pers yang diterima Republika, Muhammad mengatakan, relawan tersebut akan diterjunkan hingga ke pelosok-pelosok desa untuk mengawasi jalannya Pemilu. Dengan gerakan satu juta relawan yang melibatkan mahsiswa ini, pemilu 2014 nantinya diharapkan bisa lebih bagus, transparan, akuntabel, dan jujur.
''Persoalan money politic masih akan terjadi di Pemilu 2014. Sehingga perlu adanya pengawasan yang lebih. Karena jika pengawasan hanya diserahkan ke Bawaslu, maka tidak bisa menjangkau seluruhnya. Target kita setiap TPS harus ada pengawas hingga ke pelosok-pelosok desa,'' jelas Muhammad.
Diterangkan Muhammad, sebelum terjun melakukan pengawasan, relawan pengawas Pemilu ini akan mendapatkan training lebih dahulu. Mereka akan dilatih tentang apa yang harus diawasi, bagaimana mengawasi, dan terukur apa yang dia cermati di setiap tahapan Pemilu.
''Mahasiswa yang menjadi relawan ini, akan menjadi mata dan telinga dalam pengawasan Pemilu 2014,'' terangnya.
Dengan adanya satu juta mahasiswa relawan pengawas Pemilu 2014 ini, diharapkan Muhammad, kecurangan di Pemilu 2014 dapat ditekan dan menjaga kemurnian pemilu yang langsung, umum, bebas dan rahasia serta dapat menegakkan aturan dan mencegah pelanggaran.